Terungkap Harga Gelang Hijau Titiek Soeharto yang Dipakai Saat Kondangan Al Ghazali & Alyssa, Fantastis dan Tak Sembarang Orang Bisa Punya

Titiek Soeharto tampak menghadiri resepsi pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise di JCC, Senayan Jakarta.

Rizka Nur Laily Muallifa
Terungkap Harga Gelang Hijau Titiek Soeharto yang Dipakai Saat Kondangan Al Ghazali & Alyssa, Fantastis dan Tak Sembarang Orang Bisa Punya
Model Gelang Hijau Titiek Soeharto (Foto: Instagram @titieksoeharto) (© 2025 Liputan6.com)

Penampilan Titiek Soeharto akhir-akhir ini menarik perhatian banyak orang. Bukan hanya karena gaya busana dan riasannya yang anggun, melainkan satu aksesori yang selalu menghiasi tangan kanannya: gelang hijau.

Gelang ini tampak menjadi elemen yang tak terpisahkan dalam setiap penampilannya, mulai dari acara pernikahan hingga konferensi internasional.

Lantas, apa makna di balik gelang tersebut dan mengapa ia selalu memakainya?

Gelang ini bukanlah aksesori biasa. Berdasarkan deskripsi visual dan teknis, gelang hijau yang dimiliki Titiek Soeharto termasuk dalam kategori jadeite berkualitas tinggi, yang dikenal dengan sebutan Imperial Green dan memiliki nilai koleksi yang sangat tinggi.

Dari berbagai dokumentasi foto publik, terlihat jelas bahwa gelang ini selalu menyatu dengan penampilan Titiek Soeharto, tanpa pernah terlihat aneh atau tidak pada tempatnya, baik saat ia menghadiri pernikahan anak tokoh publik maupun dalam suasana yang lebih santai.

Kondangan Al Ghazali dan Alyssa Daguise

Dalam acara resmi seperti Ngunduh Mantu Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang berlangsung pada 19 Juni 2025, Titiek Soeharto tampil dengan sangat menarik mengenakan kebaya brokat berwarna biru lembut.

Perpaduan antara kebaya dan batik cokelat klasik menciptakan nuansa yang timeless namun tetap segar. Selendang sifon tipis yang melingkari bahunya memberikan kesan feminin dan menyeimbangkan keseluruhan penampilan.

Namun, yang paling mencuri perhatian gelang hijau berkilau yang ia kenakan di tangan kanan. Gelang tersebut tampak terbuat dari jadeite dengan kilau yang menyerupai zamrud, menghadirkan aura elegan yang tidak berlebihan tetapi tetap kuat.

Kombinasi antara warna biru kebaya dan hijau gelang mungkin terlihat kontras, namun keduanya tetap harmonis karena berasal dari palet warna dingin. Titiek juga melengkapi penampilannya dengan tas hitam berbahan kulit buaya serta riasan yang bold namun tetap elegan.

Bibirnya yang merah cerah, pipi yang merona lembut, serta sanggul klasik Jawa yang diberi sentuhan modern semakin menguatkan kesan tradisional namun tetap relevan. Gelang jadeite di tangan kanannya menjadi elemen yang menyatukan seluruh tampilan.

Sehingga Titiek Soeharto berhasil menciptakan penampilan yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mencerminkan keanggunan dan keindahan dalam tradisi.

Dipakai di Momen Santai

Dalam suasana santai seperti pada acara olahraga polo, gaya Titiek Soeharto tetap terjaga dengan baik tanpa menghilangkan nuansa elegan yang dimilikinya. Ia memilih untuk mengenakan kemeja linen putih oversized dan topi jerami bundar, menciptakan penampilan luar ruangan yang terasa ringan dan nyaman.

Busana ini seolah menjadi latar belakang yang sempurna, sehingga aksesori lainnya—termasuk gelang—dapat menonjol dengan sendirinya. Gelang hijau yang dikenakan di tangan kanan menunjukkan bahwa aksesori ini bukan hanya sekadar pelengkap untuk acara formal.

Bahkan dalam penampilan yang lebih kasual, gelang jadeite tersebut menjadi item ikonik yang tak tergantikan. Kontras antara linen putih dan jade hijau memberikan kesan elegan yang tetap terasa tanpa perlu usaha yang berlebihan.

Rambutnya dibiarkan dalam keadaan natural dan ditata agar nyaman saat mengenakan topi, sementara riasan wajahnya terlihat ringan dan alami. Dengan foundation matte yang lembut, lipstik nude pink, serta pipi yang segar, ia berhasil menciptakan kesan effortless chic.

Di tengah suasana santai tersebut, gelang yang dikenakannya tetap berfungsi sebagai penanda gaya pribadi, bahkan bisa dianggap sebagai simbol status.

Hadiri Konferensi Internasional

Dalam sebuah forum internasional, seperti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berlangsung di Nice, Prancis pada 9 Juni 2025, Titiek Soeharto tampil anggun dengan blus batik kontemporer berwarna biru gelap dan mustard.

Gaya berpakaian ini mencerminkan keindahan dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia. Desain blus yang modern mengirimkan pesan bahwa tradisi dapat tetap relevan di panggung global.

Di tangan kanannya, gelang hijau kembali menghiasi penampilannya. Kali ini, gelang tersebut bukan hanya sekadar aksesori, melainkan juga berfungsi sebagai bagian dari diplomasi visual.

Warna hijau jade yang harmonis berpadu dengan corak batik, menjadikan penampilannya seimbang antara tradisi dan kemewahan yang diakui secara internasional. Rambutnya disanggul rapi ke belakang, memberikan kesan bersih dan profesional. Makeup yang diterapkan dengan glowing matte dan lipstik pink hangat membuat wajahnya terlihat segar dan tetap formal.

Dalam suasana forum diplomatik yang penuh dengan interaksi, gelang tersebut berfungsi sebagai elemen yang memperkuat identitas dan nilai-nilai yang diwakili oleh Titiek Soeharto. Penampilannya tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap budaya dan diplomasi yang elegan.

Harga dan Makna Gelang Jadeite

Gelang yang dipakai Titiek Soeharto dipercaya terbuat dari jadeite asli, yaitu jenis giok terbaik yang berasal dari Myanmar. Ciri khasnya adalah warna hijau zamrud yang transparan dan tingkat kejernihan hampir tembus cahaya. Istilah "Imperial Green" digunakan dalam dunia gemologi untuk merujuk pada batu yang memiliki karakteristik tersebut.

Selain keindahannya, gelang ini juga memiliki nilai yang sangat tinggi di pasar lelang internasional. Dalam katalog Sotheby's, gelang serupa pernah terjual dengan harga antara Rp35,4 miliar hingga Rp210 miliar, tergantung pada kualitas dan warnanya.

Sotheby's dalam keterangan katalognya menjelaskan gelang ini merupakan pita melingkar dengan warna hijau apel tembus pandang dengan semburat warna hijau zamrud cerah (The circular band of translucent apple green tone with splashes of bright emerald green colour).

Dari segi simbolik, jadeite dianggap sebagai pembawa keberuntungan, pelindung, dan simbol status sosial yang tinggi dalam budaya Tionghoa dan Asia Tenggara. Oleh karena itu, banyak keluarga elit yang menjadikan gelang jenis ini sebagai pusaka yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rekomendasi