Film Sebelum Dijemput Nenek, yang disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, menjadi perbincangan hangat karena menampilkan Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar.
Dalam film ini, Angga Yunanda berperan sebagai Hestu dan Dodit Mulyanto sebagai Akbar. Publik pun mulai bertanya-tanya mengenai kemiripan fisik antara kedua aktor tersebut. Selain itu, judul film yang unik, Sebelum Dijemput Nenek, memunculkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar film: siapa yang akan dijemput nenek dan ke mana tujuan mereka?
Angga Yunanda menyadari banyak pertanyaan yang muncul menjelang perilisan Sebelum Dijemput Nenek di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa yang akan dijemput oleh nenek adalah Hestu dan Akbar.
"Kebetulan dia (nenek) meninggal di hari keramat, tanggal 6 bulan 6 jam 6. Di desa tersebut, kalau meninggal di hari keramat, dia akan membawa satu orang entah kerabat, saudara, teman, tetangganya atau siapapun (yang dekat semasa hidup) untuk ikut dia ke alam baka," ungkap Angga Yunanda.
"Jadi kami hanya punya waktu 7 hari untuk menyelamatkan diri dan menangkal (teror nenek). Aku dan saudara kembarku, merasa berhak untuk hidup, masih banyak yang harus dikejar juga. Secinta-cintanya sama nenek, kami belum ingin mati sekarang," akunya.
Konflik dalam film ini bermula dari situasi tersebut. Menariknya, hubungan antara Hestu dan Akbar di awal cerita tidak begitu harmonis. Hubungan Hestu dengan nenek yang telah meninggal juga tidak berjalan baik. Hestu merasa cemburu karena menganggap Akbar lebih dicintai dan diperhatikan oleh neneknya selama hidup. Hal ini menambah ketegangan dalam cerita, di mana mereka harus bekerja sama untuk menghadapi teror yang akan datang.
Advertisement
Rasa Cemburu
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Liputan6.com yang berlangsung di Gedung KLY Jakarta Pusat, Angga Yunanda baru-baru ini mengungkapkan bahwa rasa cemburu yang dialami Hestu menjadi alasan bagi karakter tersebut untuk merantau ke kota. Ia menegaskan bahwa ia hanya akan kembali ke kampung halamannya jika neneknya telah tiada.
“Ketika pertama kali mendengar premis cerita ini, saya merasa sangat tertarik. Terlebih lagi, film ini mengangkat genre horor komedi. Saat saya melihat daftar lawan main, nama Mas Dodit Mulyanto muncul sebagai saudara kembar saya, dan saya langsung berpikir: wah, nyeleneh banget sih!” kata Angga Yunanda dengan antusias.
Advertisement
Memiliki Potensi yang Sangat Besar
Pada saat pertama kali membaca premis dan mendalami naskah, suami Shenina Cinnamon merasa bahwa film Sebelum Dijemput Nenek memiliki potensi yang sangat besar. Banyak orang berpendapat bahwa Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto memiliki perbedaan yang signifikan. Namun, Dodit Mulyanto menjalani transformasi fisik yang menarik perhatian.
"Biasanya dalam film atau serial, jika ada karakter kembar, akan ada cloning dari diri sendiri atau mencari orang yang mirip. Ini bisa dibilang, berbeda jauh. Setelah aku perhatikan dengan detail, sebenarnya saya dan Mas Dodit punya banyak kesamaan," ujarnya.
Advertisement
Rambutnya Diwarnai
"Apalagi pas mulai syuting, lumayan banyak ada makeover. Rambutnya disemir. Aslinya pas pertama kali bertemu, rasanya jauh banget sih. Dia sangat genius. Pribadinya lovable banget. Itu yang membuat saya jadi mudah saja bonding dengan Mas Dodit," ungkap Angga Yunanda.
Selain Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto, film Sebelum Dijemput Nenek yang diproduksi oleh Rapi Film juga melibatkan Nopek Novian, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Sri Isworowati. Pengalaman syuting film ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi Angga Yunanda.