Penculikan Siti Nurjanah atau Nana, anak artis penyanyi Nassar dan Muzdalifah yang melibatkan dua orang yakni Fadlun dan Asep masih menyisakan 'PR' bagi polisi. Karena Asep berhasil melarikan diri dalam penyergapan polisi dan sampai saat ini belum bisa ditangkap.
Fransisca Indrasari, kuasa hukum Fadlun di kantornya, Gedung Konica Lantai 3a, Jl. Gunung Sahari No.78, Jakarta Pusat, Selasa (29/1) mengakui, bahwa Fadlun sebagai otak penculikan tersebut.
"Otaknya sebenarnya klien kami sendiri (Fadlun). Yang buron kalau nggak salah namanya Asep, itu dia hanya diminta bantuan untuk menjaga Nana," ucap Fransisca Indrasari.
Menurut Fransisca, kliennya selama penculikkan dan penyekapan, tugas Asep hanya menjaga ketika Fadlun pergi.
"Yang saya dengar ceritanya pada saat dia (Fadlun) kerja, Asep ini ada di sana untuk menjaga Nana. Atau misalnya beli makanan bakso, somay atau yang lainnya," lanjutnya.
Ditambahkan oleh Fransisca, Nana tidak diperlakukan kasar. "Dia (Fadlun) juga bercerita bahwa Nana pun kalau mandi, dia tidak ikut campur. Dipersilahkan mandi di kamar mandi. Tidak ada dibatasi atau seperti apa," tandasnya. (kpl/ato/dar)