Soroti Tiket Pesawat Mahal, Deddy Corbuzier Nilai Tak Mudah Jadi Menhub

Jumat, 21 Juni 2019 19:30 Reporter : Endang Saputra
Soroti Tiket Pesawat Mahal, Deddy Corbuzier Nilai Tak Mudah Jadi Menhub deddy corbuzier. ©2019 Kapanlagi.com

Merdeka.com - Deddy Corbuzeir tengah menjadi sorotan publik, sebab dirinya resmi menjadi mualaf dengan dipimpin langsung oleh Gus Miftah, pada Jumat (21/6) siang. Deddy Corbuzeir mengucapkan dua kalimat syahadat di Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Presenter yang sebelumnya pesulap profesional ini pada 19 Juni Pukul 16.22 WIB dalam akun twitter @corbuzier menyoroti kinerja Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait pelaksanaan arus mudik Lebaran 2019 yang dinilai berjalan lancar. Apalagi angka kecelakaan lalu lintas pada arus mudik tahun ini turun hingga 60 persen.
Dia menyebut lancarnya arus mudik tahun ini harus mendapat apresiasi.

"Pusing baca twit ttg Menhub.. Kaya gampang aja jadi Menhub..Mudik bisa lancar aja udah keren bgt..Let's think logically..Kalo harga tiket bisa murah ya ngak akan naik... Just my little shout," tulis @corbuzier.

Infrastruktur jalan tol yang giat dibangun pemerintah dalam beberapa tahun terakhir membuahkan hasil positif. Infrastruktur jalan tol seperti Trans Tol Jawa dan Trans Tol Sumatera bisa mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi momok bagi para pemudik.

Sebelumnya, Kemenhub mendapat sorotan terkait harga tiket pesawat yang melambung tinggi. Terkait hal tersebut, pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengatakan, masalah tarif pesawat bukan merupakan ranah kewenangan Kemenhub.

"Kemenhub tupoksinya mengatur di keselamatan, bukan di tarif. Di tarif hanya mengatur tarif batas atas dan tarif batas bawah, tidak boleh mengatur sub classes. Tarif pesawat ada hitungan dan rumus tersendiri. Jadi tarif yang ada saat ini merupakan angka yang pas serta tidak melanggar aturan tarif batas atas yang ditentukan oleh regulator. Artinya, ekonomi harus dibenerin dulu. Kalau dulu angkutan udara murah karena kebanyakan gunakan diskon," katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, tarif pesawat saat ini mengikuti kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Sebab hampir sebagian besar pengeluaran maskapai dalam bentuk dolar AS, sementara pendapatannya dari penjualan tiket dalam bentuk rupiah. Sehingga, lanjutnya, jika ingin tarif pesawat kembali normal, tidak mau harus menguatkan kembali kurs rupiah.

Dia pun meminta pemerintah untuk tidak menekan harga tiket pesawat. Sebab hal itu dikhawatirkan pihak maskapai akan memangkas biaya operasional lain.

"Jangan dipaksa, karena kalau dipaksa terus semua aspek dipaksa. Nanti keselamatannya bagaimana? Karena harga tadi sudah termasuk perhitungan untuk check semua, pilot dilatih dan lain-lain. Jadi menurut saya ini saat-nya semua biaya transportasi menyesuaikan dan semua moda transportasi bergerak," katanya. [end]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini