Zulhas: Sinergi Multipihak Kunci Utama Penguatan Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai kunci utama penguatan Ketahanan Pangan Nasional. Strategi ini penting untuk membangun sistem pangan yang inklusif dan berkelanjut
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, atau akrab disapa Zulhas, menegaskan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan merupakan fondasi utama dalam penguatan Ketahanan Pangan Nasional yang berkelanjutan. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat secara luas untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh.
Pernyataan ini disampaikan Zulhas saat kunjungan kerja ke Bumiku Bumimu Hijau Farm (BBH Farm) di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan untuk berdialog langsung dengan para petani, peternak, dan pelaku usaha jamu lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan didampingi Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, guna menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menjawab tantangan global serta membangun sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Mendorong Akses Pembiayaan dan Peningkatan Produktivitas
Dalam dialognya, Zulhas menyoroti beberapa isu strategis yang krusial bagi Ketahanan Pangan Nasional, termasuk akses pembiayaan, peningkatan produktivitas, dan penguatan rantai pasok pangan. Ia mengakui masih adanya ketimpangan dalam distribusi pembiayaan di mana porsi kredit nasional lebih banyak terserap oleh korporasi dibandingkan pelaku ekonomi rakyat.
Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi ketimpangan ini melalui berbagai kebijakan strategis yang bertujuan menciptakan ekosistem usaha pangan yang lebih kondusif dan berdaya saing. Penguatan sektor pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi dan tata kelola terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun terakhir, pemerintah telah menerbitkan puluhan regulasi di sektor pangan. Kebijakan ini secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak sebagai aktor utama dalam sistem Ketahanan Pangan Nasional.
Model Usaha Terintegrasi untuk Nilai Tambah Lokal
Selain berdialog, Menko Pangan juga meninjau langsung fasilitas produksi dan kandang di BBH Farm. Peternakan ini menerapkan model usaha terintegrasi yang menggabungkan sektor pertanian dan pengolahan hasil, menunjukkan potensi besar dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional.
Model terintegrasi semacam ini dinilai mampu mendukung penyediaan sumber protein sekaligus memperkuat keterkaitan antar subsektor pangan. Hal ini menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi pelaku usaha di tingkat lokal, mendorong ekonomi kerakyatan.
Keterlibatan pelaku usaha jamu dalam kegiatan ini juga dianggap penting sebagai upaya diversifikasi produk berbasis bahan baku lokal. Diversifikasi ini tidak hanya memperkaya pilihan produk pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, mengoptimalkan potensi sumber daya alam daerah.
Komitmen Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan
Zulhas menegaskan komitmennya untuk terus mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat Ketahanan Pangan Nasional melalui sinergi yang berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pemerintah terus mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan gejolak geopolitik yang dapat memengaruhi distribusi logistik pangan. Dengan demikian, Ketahanan Pangan Nasional dapat terjaga dan terus meningkat.
Melalui kebijakan yang tepat dan implementasi yang efektif, diharapkan sektor pangan Indonesia dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan mampu bersaing di pasar global. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan seluruh masyarakat.
Sumber: AntaraNews