YLKI: Masalah listrik jadi 5 besar pengaduan masyarakat
Beberapa laporan yang masuk didominasi oleh penyebab pemadaman bergilir. Penyebab tersebut dinilai klasik karena tak kunjung terselesaikan.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut listrik masih menjadi lima besar sektor yang kerap diadukan masyarakat. Menurut YLKI, pengaduan tersebut sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua YLKI, Tulus Abadi mengatakan, ada dua pengaduan yang terima dari sektor kelistrikan baik secara mikro maupun makro.
"Mikro itu artinya mekanisme komplain seperti apa, akses pengaduannya, terutama tadi soal ketidaktepatan subsidi. Tapi kalau sifatnya sistemik misalnya kekurangan pasokan, ini agak susah, perlu waktu lama. Artinya dana Rp 20 triliun yang dicabut diberikan untuk percepatan pengadaan infrastruktur di pembangkit dan juga sektor hulunya," kata Tulus dalam diskusi Energi Kita yang digagas RRI, Merdeka.com, IJTI, IKN di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (27/11).
Tulus menegaskan, beberapa laporan yang masuk didominasi oleh penyebab pemadaman bergilir. Penyebab tersebut dinilai klasik karena tak kunjung terselesaikan.
Penyebab pemadaman bergilir sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Baik karena defisit listrik maupun adanya permasalahan dari Gardu Induk dan Transmisi yang kelebihan beban.
"Rata-rata adalah masalah pemadaman bergilir. Bisa karena perawatan atau kekurangan pasokan. Kalo perawatan itu masuk yang mikro," katanya.
Selain permasalahan pemadaman, pelanggan kerap mengeluhkan masih adanya pemaksaan dalam peralihan listrik. Menurutnya, hal semacam ini perlu dibenahi dan diawasi secara sumber daya manusianya.
"Kalau kekurangan pasokan itu menjadi makro. Dan juga pengaduan-pengaduan lain soal misalnya prabayar, pemaksaan dan semacamnya. Ini perlu dibenahi SDMnya, agar lebih baik melayani masyarakat," pungkasnya.
Baca juga:
17.327 Rumah di Barito Utara, Kalteng belum tersentuh PLN
Potret suram pendidikan Jakarta, gelap di tengah gemerlap kota
Jonan siapkan permen agar swasta bisa jual listrik ke masyarakat
Tagihan listrik di 26 sekolah menunggak Rp 3 M, ini reaksi Ahok
Sumarsono dalih listrik 26 sekolah padam karena salah input anggaran
Tak kalah menarik:
Kiat memangkas budget bunga untuk acara pernikahan
5 Tips jitu hadapi wawancara buat si introvert
Gandeng LG, Apple akan perkenalkan kamera 3D di iPhone 8
4 Keuntungan dari minum air putih setelah bangun tidur