Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sumarsono dalih listrik 26 sekolah padam karena salah input anggaran

Sumarsono dalih listrik 26 sekolah padam karena salah input anggaran

Merdeka.com - Aliran listrik puluhan sekolah di Jakarta padam karena diputus Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebabnya, sejumlah sekolah itu menunggak bayaran PLN.

Menanggapi peristiwa itu, Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan pemadaman listrik di beberapa sekolah di Jakarta kesalahan input pengeluaran. Namun dia tak bisa menjelaskan secara rinci, karena masih baru akan mengecek penyebab kesalahan input.

"Jadi matinya listrik kemarin karena ada konsep e-budgeting dalam tahap perencanaan itu salah input. Itulah kelemahan teknologi, kalau input salah maka output-nya juga salah," ujar Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/11).

Sumarsono menduga, dua sebab kesalahan di tingkat teknis untuk memasukkan kebutuhan listrik terhadap pengeluaran daerah.

"Salah yang memasukkan atau sudah dimasukkan tapi tidak ter-record dengan baik. Ini dua hal yang harus kita selidiki nanti baru ketahuan," ujar Sumarsono.

Sumarsono mengatakan, akan melakukan penelusuran pertanggungjawaban di dinas terkait untuk menemukan dugaan mal administrasi saat penginputan pengeluaran.

"Kan semua punya tanggung jawab. Kalau (kesalahan) di level administrasi kan ada pelaksana PPK pembuat komitmen, ada pelaksana PPTK pelaksana teknis kegiatan," ujar Sumarsono.

"Tapi kalau kesalahan secara teknologi recording-nya kok enggak masuk. Itu artinya kesalahan teknis sistem harus diperbaiki," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP