Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jonan siapkan permen agar swasta bisa jual listrik ke masyarakat

Jonan siapkan permen agar swasta bisa jual listrik ke masyarakat

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengakui pihaknya tengah dalam tahap finalisasi peraturan menteri (Permen) ESDM yang mengizinkan swasta membangun pembangkit, jaringan serta menjual listrik kepada masyarakat. Aturan ini nantinya akan berlaku untuk daerah-daerah terpencil yang tidak dapat dijangkau oleh PT PLN (Persero).

"Kita juga finalisasi aturan listrik yang offgrid. J‎adi ada kecamatan ingin bangun listrik sendiri dari tenaga air, matahari, biomassa, silakan bangun. Silakan dijual ke masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (23/11).

Perihal harga, nantinya swasta harus mengajukan terlebih dahulu kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM. Tentunya, harga yang dijual kontraktor harus sesuai dengan harga keekonomian.‎

‎"Nanti harga disetujui dan kami dukung harga keekonomian yang pantas," kata dia.‎

‎"Untuk jaringan yang dibangun tidak perlu transmisi tegangan tinggi, hanya menengah dan rendah," tandas dia.

‎Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengakui saat ini terdapat 2.500 desa di wilayah Indonesia Timur yang masih belum teraliri listrik. Dari jumlah tersebut 2.300 di antaranya berada di wilayah Papua.‎

"Lebih dari 2.500 desa yang tidak teraliri, ini kebanyakan di wilayah Timur. Kebanyakan 2.300 desa ada di wilayah Papua," ujar Jonan dalam DBS Asian Insights Conference 2016, di Jakarta.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kata Jonan, ESDM akan menerbitkan aturan berupa Peraturan Menteri (Permen) yang akan memberikan swasta izin untuk membangun pembangkit listrik dan menjualnya kepada masyarakat. Gardu induk yang dibangun swasta juga tidak akan menggunakan Gardu milik PLN.

"Ini besar sekali, kami baru menerbitkan peraturan untuk memberikan izin swasta membangun pembangkit dan menjual (kepada masyarakat). Yang tidak menggunakan gardu induk dari PLN, jadi sambungan kabel itu jadi kecil-kecil saja. Jadi setiap kecamatan dibangun kabel sendiri, transmisi tegangan rendah, bisa hydro, angin, dan lainnya," jelasnya.

Mantan Menteri Perhubungan ini menambahkan, investasi untuk membangun pembangkit listrik disana juga tidak mahal. Untuk 0,1 Megawatt (MW) swasta hanya memerlukan anggaran sebesar USD 200.000.

"Investasi enggak besar, kira-kira 0,1 MW itu USD 200.000, itu bisa mengaliri listrik yang simpel untuk satu kecamatan. Silahkan kalau minat, ini tantangan besar. Sebanyak 2.500 desa yang tidak ada listriknya, padahal sudah 71 tahun merdeka," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP