Wika Gedung garap proyek hunian Rp 600 M di Stasiun Pasar Senen
Adapun proyek pembangunan TOD akan menempati lahan seluas 8 hektar. Nantinya akan dibangun tiga buah tower dengan pembagian satu tower dikhususkan untuk hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sedangkan dua tower lain untuk konsumen menengah ke bawah.
Direktur Keuangan PT Wijaya Karya, Steve Kosasih, mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan PT KAI dalam proyek pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pasar Senen.
Adapun proyek pembangunan TOD akan menempati lahan seluas 8 hektar dan digarap oleh anak Perusahaan PT Wijaya Karya, yakni PT Wika Gedung. "TODnya luas hanya yang diberikan ke kita ada 8,4 hektar. Dikerjakan oleh Wika Gedung," ungkapnya di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (6/10).
Nantinya akan dibangun tiga buah tower dengan pembagian satu tower dikhususkan untuk hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sedangkan dua tower lain untuk konsumen menengah ke bawah. "Nilai proyeknya sekitar Rp 600 miliar. KAI modalnya di tanah. Nilai tanah kan porsi mereka," jelasnya.
Steve pun menegaskan pihak swasta juga akan diajak dalam pengerjaan proyek tersebut meskipun dengan porsi yang lebih kecil. "Itu juga tidak semuanya kita kerjakan sendiri. Swasta juga dilibatkan agar spirit kerja sama dengan swasta juga. Wika Gedung 75 persen, swasta 25 persen," tandasnya.
Baca juga:
4 Penyebab program satu juta rumah Jokowi tak tercapai setiap tahunnya
Perumnas dan KAI bangun apartemen dekat Stasiun Pondok Cina senilai Rp 1,45 triliun
Menteri Basuki ibaratkan penghuni apartemen dekat stasiun seperti orang kaya
Selain Pondok Cina, Pemerintah siapkan 9 lokasi apartemen di stasiun Jabodetabek
Menteri Rini minta 30 persen apartemen Stasiun Pondok Cina diberikan ke MBR
Fakta menarik usai iklan hoax penjualan Mal Senayan City Rp 5,5 triliun
Ini kronologi pengiklanan Mal Senayan City di situs online