Wapres JK dukung KCJ beli kereta bekas Jepang
"INKA bisa sih bikin. Tapi kan butuh juga waktu dan butuh biaya."
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi langkah PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ) mendatangkan 18 gerbong kereta bekas Jepang, kemarin. Itu untuk menggenapi pembelian 12 gerbong kereta bekas yang telah dilakukan anak usaha PT Kereta Api Indonesia tersebut pada tahun lalu.
"Pertama, kalau second Jepang dengan second Indonesia kan beda. Kalau second Jepang itu dia pelihara dengan baik sehingga masih sangat layak dipakai. Jangan berpikir kaya gerbong kereta api KAI yang second, yang tidak bisa dipakai lagi. Bedakan itu," ungkap JK di kantornya, Jakarta, Kamis (7/1).
Selain itu, menurutnya, kereta bekas Jepang sesuai dengan rel Indonesia. Dan harganya pas dengan kantong KCJ.
"KCJ butuh segera dan kalau second itu hanya dibayar ongkos angkutnya. Karena itu policy-nya Jepang," katanya. "Cuma kereta api Indonesia dan Jepang yang sama rel nya. Kalau di Eropa katakanlah lebih lebar."
Sebenarnya, menurut JK, PT Industri Kereta Api (INKA) sudah mampu memproduksi sepur. Namun, itu membutuhkan waktu dan biaya tak sedikit.
"INKA bisa sih bikin. Tapi kan butuh juga waktu dan butuh biaya. Ini lebih murah dan bagus karena aluminium mereka itu," jelas JK.
"Ya pasti kalau bikin baru pasti mahal. Kan ini boleh dibilang hampir gratis. Kalau hanya bayar ongkos angkut."
Tahun ini, KCJ menargetkan dapat mengangkut 285.600.960 penumpang. Tumbuh 10,9 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 257.527.772 penumpang.
Baca juga:
Stasiun MRT ditargetkan tampung 600 ribu penumpang per hari
Melihat lebih dekat pengerjaan terowongan MRT di Senayan
Ahok: Persyaratan sopir Bus Transjakarta nggak ribet
Ahok kesal, sebut evaluasi PMP DKI hambat pembangunan LRT
Kemenhub: Per 15 Januari, tarif angkutan penumpang turun 5 persen