Ahok: Persyaratan sopir Bus Transjakarta nggak ribet
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak ada persyaratan yang sulit untuk menjadi sopir Transjakarta. Bahkan, pelamar tidak diwajibkan membawa ijazah pendidikan terakhir. Yang diperlukan hanyalah kecakapan serta kelengkapan surat-surat mengemudi seperti harus memiliki SIM B1 dan B2 umum.
"Nggak ada yang ribet asal kamu nggak ribet kita juga nggak ribet kok. Udah terima nggak pake ijazah kok. Yang penting bisa nyopir. Ijazah doktor, SMA nggak usah. Yang penting mau nyetir dan ada SIM," ujar Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/1).
Ahok menambahkan, jika ada pelamar yang tidak memiliki uang untuk membuat SIM B1 dan B2 umum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap memberi pinjaman. "Nggak ada duit kita pinjemin," ujarnya.
Hal itu ia ungkapkan lantaran kerap mendapat banyak keluhan terkait sulitnya menjadi operator Bus Transjakarta. Alasan itulah yang membuat sebagian sopir bus enggan bergabung dengan Transjakarta.
Sebelumnya, Dirut PT. Transjakarta ANS Kosasih mengatakan, pihaknya membutuhkan 6.000 sopir dan 6.000 kernet untuk mengoperasikan 1.000 bus Transjakarta tambahan. Pengadaan ribuan bus tersebut dijadwalkan tahun ini.
"Kami perlu 6.000 sopir dan 6.000 Kernet atau istilah kami On-Board. Kami mengundang semua yang memiliki SIM B1 Umum dan SIM B2 Umum untuk mendaftar menjadi pengemudi kami," kata Kosasih dalam rilis yang diterima merdeka.com, Minggu (3/1).
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya