Ahok kesal, sebut evaluasi PMP DKI hambat pembangunan LRT
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kesal dengan dicoretnya dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh DPRD DKI. Dicoretnya dana PMP, yang merupakan evaluasi APBD DKI 2016 mengakibatkan pembangunan di DKI menjadi terhambat.
Ahok menuturkan, salah satu proyek di DKI yang terancam tersendat pembangunannya adalah light rail transit (LRT). Sejumlah direktur yang mengerjakan proyek LRT mengajukan pengunduran diri.
"Saya enggak tahu ini, direktur-direktur kita sekarang berapa yang mau tahan ini? Ya kamu mau enggak jadi direktur kalau enggak dikasih uang? Emang kamu punya keahlian Robin Hood?" ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/1).
Lebih lanjut, Ahok mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi mengatakan Pemerintah China kemungkinan tertarik mendanai proyek LRT.
Ahok menuturkan, dirinya akan mencari dana untuk pembangunan LRT. Seraya bercanda, Ahok menyebut Pemrov DKI memiliki pohon duit.
"Ya nanti aku cari duit dong. Kamu enggak tahu kan di dalam ini, di belakang, di atas atap kita ada pohon duit. Tinggal digoyang-goyangin kita ambil duitnya," ujarnya berseloroh.
Enam BUMD itu, Bank DKI, PD Dharma Jaya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PD Pasar Jaya, PT Jakarta Propertindo, dan PD Pal Jaya. Pada Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016, PT MRT Jakarta mengusulkan PMP sebesar Rp 2,28 triliun, PT Jakpro Rp 1,8 triliun, PD Pal Jaya Rp 370 miliar, Bank DKI Rp 1 triliun, PD Dharma Jaya Rp 50 miliar, PT Transjakarta Rp 1 triliun, dan PD Pasar Jaya Rp 450 miliar.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya