Wamenkop Dukung Kopdes Merah Putih Jadi Motor Dapur Makan Bergizi Gratis, 82 Titik Siap Menyusul!
Wakil Menteri Koperasi mendukung Kopdes Merah Putih aktif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dapur khusus, berpotensi menjadi pusat ekonomi desa.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap peran aktif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Dukungan ini bertujuan agar Kopdes Merah Putih dapat menjadi pelaksana utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembentukan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
Pernyataan penting ini disampaikan Farida dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, setelah kunjungan kerjanya ke Kabupaten Buru, Maluku. Ia menyoroti potensi besar Kopdes Merah Putih sebagai pemasok bahan pangan bagi dapur MBG lokal. Saat ini, dua Kopdes Merah Putih di Kabupaten Buru telah memulai pembangunan, dengan 82 titik lainnya akan segera menyusul.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga pemerataan pembangunan koperasi di daerah terpencil dan kepulauan. Farida menekankan pentingnya prioritas bagi wilayah seperti Kabupaten Buru yang belum memiliki dapur MBG. Tujuannya adalah memastikan siswa, pelajar, dan santri di sana dapat merasakan manfaat program serupa dengan wilayah lain yang sudah berjalan.
Peran Strategis Kopdes Merah Putih dalam Program MBG
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menggarisbawahi bahwa Kopdes Merah Putih memiliki peran strategis sebagai pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Koperasi ini diharapkan dapat menjalankan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri. Bahkan, koperasi yang sudah ada seperti koperasi nelayan dan koperasi ibu-ibu PKK juga didorong untuk mendirikan dapur MBG.
Selain sebagai pelaksana, Kopdes Merah Putih juga berpotensi besar menjadi pemasok utama bahan pangan. Mereka akan menyuplai kebutuhan dapur MBG di wilayah masing-masing, memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok lokal dan memberdayakan ekonomi desa.
Farida secara khusus menyoroti pentingnya perhatian bagi daerah kepulauan dalam pelaksanaan program MBG ini. Ia menyebut Kabupaten Buru sebagai contoh wilayah yang belum memiliki fasilitas dapur MBG. Prioritas pembangunan di daerah-daerah seperti ini sangat krusial agar manfaat program dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk siswa dan santri.
Percepatan Pembangunan dan Tantangan Geografis
Pemerintah saat ini tengah memproses pembangunan lebih dari 80 ribu titik gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya untuk Kopdes Merah Putih. Pembangunan infrastruktur ini mencakup berbagai daerah, termasuk Kabupaten Buru, yang menunjukkan komitmen serius. Tujuan utamanya adalah menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai pusat ekonomi masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Farida mengakui bahwa kondisi geografis Kabupaten Buru yang merupakan daerah kepulauan membutuhkan pendekatan khusus. Pemetaan lokasi usaha dan penentuan titik strategis koperasi menjadi sangat penting dalam konteks ini. Hal ini untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan operasional Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Farida juga mengajak pengurus Kopdes Merah Putih di Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, untuk segera melakukan inventarisasi tanah. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. "Pendataan aset sangat penting agar pembangunan dapat berjalan secara optimal, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa," ujarnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Dampak Ekonomi
Wakil Menteri Koperasi berharap Dinas Koperasi Kabupaten Buru dapat mengawal pelaksanaan program MBG dan Kopdes Merah Putih secara optimal. Sinergi lintas dinas dan semangat gotong royong sangat diperlukan dalam mendirikan SPPG di Buru. Konsolidasi yang kuat akan memastikan program dapat berjalan lancar dan mencapai tujuannya.
Farida juga meninjau lokasi Kopdes Merah Putih Wayame di Ambon yang telah menyiapkan lahan untuk pembangunan gudang dan gerai. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha koperasi ini. Harapannya, Kopdes Wayame dapat memberikan dampak ekonomi signifikan dan menjadi motor penggerak di Desa Wayame.
Bupati Buru, Ikram Umasugi, menyambut baik program MBG ini sebagai peluang kerja sama dalam pengembangan koperasi dan UMKM di daerahnya. Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat. Lebih dari itu, MBG juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang substansial bagi perekonomian daerah secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews