Wamen PKP Dorong Perumahan Berkelanjutan: Tahukah Anda, Target 3 Juta Rumah Bakal Ramah Lingkungan?
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menekankan pentingnya perumahan berkelanjutan. Simak bagaimana energi terbarukan dan rumah modular cerdas akan mengubah wajah hunian di Indonesia.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, baru-baru ini menegaskan pentingnya aspek keberlanjutan dalam setiap pengembangan perumahan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Selasa (02/9). Fokus tidak lagi hanya pada ketersediaan hunian, tetapi juga bagaimana hunian tersebut dapat berkontribusi pada lingkungan dan kualitas hidup jangka panjang.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pengembangan perumahan berkelanjutan diharapkan menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan krisis iklim dan pemanasan global. Ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang sehat dan layak.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Beliau menyatakan bahwa pemerintah membuka peluang besar bagi rumah modular cerdas berbasis NZE untuk ambil bagian dalam program pembangunan tiga juta rumah. Kolaborasi lintas kementerian dan pihak swasta menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi perumahan masa depan yang ramah lingkungan.
Mendorong Aspek Keberlanjutan dalam Perumahan
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah secara eksplisit mendorong agar pengembangan perumahan ke depan tidak hanya terpaku pada jumlah ketersediaan hunian. Beliau menekankan pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan secara holistik. Ini berarti setiap proyek pembangunan harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosialnya dalam jangka panjang.
Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu pilar utama dalam visi ini. Fahri Hamzah menyebutkan bahwa energi bersih akan menjadi solusi vital untuk menciptakan kawasan permukiman yang lebih hijau dan mandiri energi. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dan ketergantungan pada sumber energi fosil yang tidak terbarukan.
Kementerian PKP juga secara tegas menyatakan komitmennya dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission 2060. Melalui pengembangan perumahan berkelanjutan, kementerian ini berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang layak, sehat, dan ramah lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan.
Inovasi Rumah Modular dan Target Nasional
Sejalan dengan visi keberlanjutan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan potensi besar rumah modular cerdas. Rumah modular berbasis Net Zero Emission ini diharapkan dapat menjadi bagian integral dari program pembangunan tiga juta rumah rakyat. Ini menunjukkan adanya sinergi antara kebijakan lingkungan dan program pembangunan infrastruktur nasional.
AHY menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Beliau menyebutkan bahwa ada kebutuhan besar dari Kementerian PKP untuk membangun rumah-rumah rakyat, baik di pedesaan maupun perkotaan. Pihaknya akan mendorong diskusi antara Kementerian PKP dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengenai potensi rumah modular ini.
Menurut AHY, rumah modular cerdas berbasis NZE menawarkan solusi inovatif di tengah tantangan krisis iklim dan pemanasan global. Teknologi ini juga mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang telah ditetapkan. Harapannya, program rumah ramah lingkungan ini dapat terus dikembangkan untuk mengatasi masalah backlog perumahan di Indonesia secara efektif.
Sumber: AntaraNews