LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Viral Lowongan 190 Ribu Petugas Sensus 2026, Ini Klarifikasi BPS

Informasi mengenai lowongan kerja untuk petugas Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) 2026 beredar di media sosial.

Selasa, 21 Apr 2026 15:58:20
lowongan kerja
Ilustrasi mencari pekerjaan, lowongan kerja. (Image by rawpixel.com on Freepik) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Informasi mengenai lowongan kerja untuk petugas Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) 2026 yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) akan merekrut hingga 190 ribu petugas. Namun, BPS menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

"Enggak, enggak ada. Itu pasti hoax," ungkap Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BPS, Favten Ari Pujiastuti, kepada Liputan6.com, Selasa (21/4/2026).

Favten menjelaskan bahwa saat ini BPS masih fokus pada persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei mendatang. "Jadi rekrutmen yang paling dekat itu sensus ekonomi. Tapi ini kami masih berproses, belum ada pengumuman," tambahnya.

Sensus Ekonomi Nasional biasanya diadakan dua kali dalam setahun oleh BPS, yaitu pada bulan Maret dan September. Meskipun demikian, Favten menyatakan bahwa informasi palsu mengenai perekrutan petugas survei ekonomi sering kali muncul pada waktu yang tidak tepat.

Advertisement

Dalam waktu dekat, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026, yang merupakan survei kelima yang dilakukan setiap sepuluh tahun sejak tahun 1986. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dari Mei hingga Juli 2026. Pemetaan Kondisi Ekonomi Nasional Terkini menjadi salah satu tujuan utama Sensus Ekonomi 2026. Sekretaris Utama BPS, Zulkipli, menyatakan bahwa sensus ini bertujuan untuk memetakan kondisi terkini perekonomian nasional, termasuk perubahan yang terjadi setelah pandemi Covid-19.

"Dengan pelaksanaan sensus ini kita akan mengetahui dari level yang terkecil sampai dengan level yang terbesar, terkait perkembangan ekonomi yang sekarang terjadi," ujarnya di Kantor Pusat BPS pada 25 Februari 2026 lalu.

Advertisement

BPS juga telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan sensus kali ini, yang lebih kecil dibandingkan dengan kegiatan serupa pada tahun 2016, yang menghabiskan sekitar Rp 2,4 triliun. "Kalau saya tidak salah itu sekitar Rp 1,3 triliun untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," imbuhnya.

Data Karakteristik Pelaku Usaha

Ilustrasi mencari pekerjaan, lowongan kerja. (Image by rawpixel.com on Freepik) © 2026 Liputan6.com

Melalui Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) berencana untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik pelaku usaha di berbagai tingkatan, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) hingga perusahaan besar.

"Jadi profil perusahaan seperti apa, kemudian bagaimana perkembangan yang dilakukan oleh perusahaan itu. Kemudian juga kita akan menanyakan aktivitas dari omsetnya seperti apa. Sehingga kita juga nanti akan bisa melihat margin yang kita dapatkan dari perkembangan perusahaan itu sendiri," bebernya.

Selain itu, BPS juga akan mengajukan pertanyaan mengenai penerapan ekonomi hijau dalam kegiatan usaha.

"Kemudian juga akan ada pertanyaan terkait dengan penggunaan ekonomi hijau di dalamnya. Jadi cukup banyak pertanyaan yang akan disampaikan," kata Zulkipli.

Rekrutmen Terbuka untuk Umum, Termasuk Mahasiswa

Ilustrasi mencari pekerjaan, lowongan kerja. (Image by rawpixel.com on Freepik) © 2026 Liputan6.com

BPS akan merekrut petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 dari berbagai latar belakang. Ini termasuk masyarakat umum, mahasiswa dari Politeknik Statistika STIS, serta pegawai tetap BPS.

"Kita sudah sampaikan bahwa seluruh mahasiswa yang ada di STIS itu akan ikut serta dalam pelaksanaannya. Kemudian organik-organik di seluruh Indonesia itu akan ikut serta," ungkap dia. Selain itu, "Dan juga tadi masyarakat yang selama ini menjadi mitra BPS, itu pasti akan digunakan dalam pelaksanaannya," tambah Zulkipli.

Dalam upaya mendukung Sensus Ekonomi 2026, BPS berencana untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mereka akan merekrut tidak hanya mahasiswa dari Politeknik Statistika STIS, tetapi juga pegawai organik BPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

Advertisement

"Kita sudah sampaikan bahwa seluruh mahasiswa yang ada di STIS itu akan ikut serta dalam pelaksanaannya. Kemudian organik-organik di seluruh Indonesia itu akan ikut serta," jelasnya. Zulkipli juga menambahkan bahwa masyarakat yang telah menjadi mitra BPS selama ini akan berkontribusi dalam pelaksanaan sensus tersebut.

Berita Terbaru
  • Mobil Listrik Bakal Kena Pajak, Pemprov DKI Siapkan Regulasi
  • Janji Dirut BNI Pastikan Dana Umat Dikembalikan Usai Bertemu Suster Natalia
  • Modus “Helikopter” hingga Tangki Modifikasi, Ini Cara Pelaku Akali BBM Subsidi
  • Indonesia Bidik Kebangkitan di Thomas dan Uber Cup Finals 2026, Eksklusif di Vidio
  • AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Irak
  • berita update
  • bps
  • konten ai
  • lowongan kerja
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
M
Reporter Maulandy Rizky Bayu Kencana, Agustina Melani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.