LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Usia tua pengaruhi penurunan produktivitas pekerja Indonesia

Tadjudin menilai anggapan pendidikan penyebab rendahnya produktivitas tidak tepat.

2016-02-27 22:00:00
Tenaga Kerja
Advertisement

Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjudin Nur Effendi, mengungkapkan rendahnya kualitas tenaga kerja di Indonesia bukan disebabkan oleh pendidikan. Menurutnya, rendahnya kualitas tenaga kerja di Tanah Air disebabkan karena tingginya angka angkatan kerja yang sudah menua sehingga tak produktif.

"Orang selalu bilang pendidikan, tapi kalau menurut saya bukan pendidikan. Pekerja yang usianya 50 tahun ke atas, pendidikannya itu memang SD. Tapi yang 30 tahun ke bawah pendidikannya tinggi," ujar Tadjudin di Jakarta, Jumat (27/2).

Dirinya bahkan menolak tenaga kerja Indonesia dinilai tidak berkualitas. Sebab, dia mencontohkan banyak tenaga kerja Indonesia yang saat ini justru bekerja di luar negeri.

"Mereka kalau dikatakan tidak berkualitas itu tidak benar, mereka banyak yang bekerja di luar negeri kok, banyak yang memuji. Ini sebenarnya sudah masuk persaingan pasar kerja dan kita menang," ucapnya.

"Ya memang kalau kita pukul seluruh masyarakat Indonesia ya jelas yang 50 tahun ke atas ini rendah, pada waktu itu kan pendidikan kita masih belum bagus, yang umur 30 tahun ini rata-rata sudah SMA ini yang perlu digenjot ke pasar kerja," tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Tadjudin, dirinya meminta pemerintah untuk fokus membenahi masalah kualitas tenaga kerja di Tanah Air. "Pendidikan atau keterampilan? Keterampilan lebih penting dan harus diprioritaskan pemerintah tapi jangan abaikan pendidikan," kata dia.

Baca juga:
Yorrys sebut PHK dan MEA jadi dua masalah buat pekerja tanah air
2016, BPJS Ketenagakerjaan targat dana kelolaan Rp 246,52 triliun
Investasi moncer, Banten serap 100.032 tenaga kerja tahun lalu
Bos BKPM keluhkan tak lakunya lowongan pekerjaan di Indonesia
Digoyang isu PHK, Menteri Hanif sebut banyak industri butuh karyawan
Tangkal serbuan asing, Aher minta pekerja konstruksi bersertifikat
Pemerintah klaim Kalimantan serap 208.850 tenaga kerja di 2015

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.