LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Usai Bertemu Bahas Pesawat Max 8, Bos Garuda Indonesia dan Boeing Kompak Tutup Mulut

Pihak Maskapai Garuda Indonesia akan bertemu dengan petinggi perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing terkait pengajuan pembatalan pengiriman 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8. Ari mengatakan kemungkinan juga mengusulkan penggantian dengan jenis pesawat lainnya.

2019-03-28 11:25:23
Garuda Indonesia
Advertisement

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, enggan berkomentar mengenai hasil pertemuan dengan petinggi The Boeing Company. Pertemuan tersebut digelar pagi ini di kawasan perkantoran Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dikutip dari Antara, Kamis (28/3), Ari Askhara setelah pertemuan segera memasuki mobil setelah menyapa beberapa jurnalis yang menunggu sejak pagi hari. Dirut Garuda itu tidak mau berkomentar dan menyatakan bahwa dia terburu-buru karena ada pertemuan lain.

Sementara, petinggi Boeing yaitu Sales Director International Sales The Boeing Company, Samir Belyamani, juga menyatakan tidak mau berkomentar. Namun, ujar Samir, pekerja media bisa mengajukan pertanyaan melalui email atau surat elektronik yang akan dibalas pihak kantor regional di Singapura.

Advertisement

Sebelumnya, pihak Maskapai Garuda Indonesia akan bertemu dengan petinggi perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing terkait pengajuan pembatalan pengiriman 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8.

"Mereka (petinggi Boeing) akan datang ke Indonesia," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

Ari mengatakan, pihaknya telah mengajukan pembatalan tersebut, dan kemungkinan juga mengusulkan penggantian dengan jenis pesawat lainnya. "Kemungkinan (penukaran) itu ada, tapi saat ini belum mengajukan opsi ke Boeing, baru ‘cancel’ saja," katanya.

Advertisement

Dari total 50 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dipesan Garuda Indonesia, satu di antaranya sudah dioperasikan untuk penerbangan domestik. Namun, dia mengaku masih belum dibahas terkait satu unit Boeing 737 Max 8 yang sudah beroperasi tersebut.

Terkait biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembelian pesawat tersebut, Ari mengatakan semua dibeli menggunakan skema pembiayaan (leasing). "Kami tidak ada ‘capital expenditure’ tapi ‘operational expenditure’," katanya.

Ari mengatakan alasan pembatalan tersebut karena hilangnya kepercayaan publik terhadap pesawat Boeing 737 Max 8 setelah mengalami dua kali kecelakaan, yakni Lion Air JT 610 dan Ethiophian Airlines ET 302.

Terlebih, sejumlah otoritas penerbangan Uni Eropa dan Amerika Serikat Federal Aviation Administration sudah melarang sementara pengoperasian jenis pesawat tersebut. Sejauh ini satu Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia tengah dikandangkan usai pelarangan terbang oleh pemerintah.

Baca juga:
Garuda Indonesia Resmi Buka Penerbangan Langsung Jakarta - Nagoya
Saham Boeing Tergelincir 2,8 Persen, Ini Penyebabnya
Batalkan Pembelian 49 Pesawat 737 Max 8, Garuda Indonesia Temui Boeing Pekan Depan
Pesawat ATR Garuda Indonesia Alami Kerusakan Landing Gear Jelang Take Off di Bali
Garuda Indonesia Resmi Batalkan Pesanan 49 Pesawat Boeing Max 8
Cuaca Buruk di Samarinda, Pendaratan Garuda & Batik Air Dialihkan ke Balikpapan
Pemerintah Larang Permanen Boeing 737 Max 8 Terbang, ini Respons Garuda Indonesia

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.