TPK Hotel November 2025 di Kota Malang Turun, BPS Ungkap Penurunan Wisatawan Nusantara Jadi Pemicu
BPS Kota Malang merilis data TPK Hotel November 2025 yang mengalami penurunan signifikan, dipicu oleh berkurangnya kunjungan wisatawan nusantara.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang melaporkan penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di wilayahnya pada November 2025. Penurunan ini mencapai 0,89 poin secara month to month (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini menunjukkan dinamika sektor perhotelan di kota tersebut.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa TPK hotel pada November 2025 tercatat sebesar 50,64 persen. Angka ini turun dari 51,53 persen yang tercatat pada Oktober 2025. Penurunan ini menjadi perhatian bagi pelaku industri pariwisata lokal.
Penurunan persentase TPK hotel ini sejalan dengan berkurangnya jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Malang. Berdasarkan pemanfaatan Mobile Positioning Data (MPD), jumlah wisatawan nusantara turun sebesar 1,03 persen. Hal ini mengindikasikan adanya korelasi langsung antara kunjungan wisatawan dan okupansi hotel.
Dinamika TPK Hotel Bintang dan Non-Bintang
Penurunan TPK hotel secara keseluruhan pada November 2025 didistribusikan dari kategori hotel bintang dan non-bintang. Data BPS Kota Malang menunjukkan perbedaan tren pada kedua jenis akomodasi tersebut. Hal ini memberikan gambaran lebih rinci mengenai kondisi pasar.
Untuk kategori hotel bintang, TPK tercatat sebesar 62,87 persen pada November 2025. Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 2,23 poin dari Oktober 2025 yang mencapai 65,10 persen. Penurunan ini mungkin mengindikasikan pergeseran preferensi atau daya beli wisatawan.
Sebaliknya, kondisi berbeda terjadi pada hotel non-bintang yang justru mengalami kenaikan TPK. Pada November 2025, TPK hotel non-bintang naik sebesar 0,57 poin menjadi 35,58 persen, dari 35,01 persen pada Oktober 2025. Kenaikan ini bisa disebabkan oleh faktor harga atau segmen pasar yang berbeda.
Penurunan Kunjungan Wisatawan Nusantara Jadi Pemicu Utama
BPS Kota Malang secara tegas menyatakan bahwa penurunan persentase TPK hotel sangat selaras dengan berkurangnya jumlah wisatawan nusantara. Data ini diperoleh dari pencatatan hasil pemanfaatan Mobile Positioning Data (MPD). Korelasi ini menunjukkan pentingnya pasar domestik bagi sektor perhotelan.
Tercatat, wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Malang pada November 2025 berjumlah 939.923 orang. Angka ini berkurang sebanyak 9.758 orang dibandingkan periode Oktober 2025 yang mencapai 949.681 orang. Penurunan jumlah pengunjung ini menjadi faktor krusial dalam menekan okupansi hotel.
Penurunan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 1,03 persen ini menjadi indikator utama. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik Kota Malang bagi wisatawan domestik perlu dievaluasi. Upaya promosi dan peningkatan fasilitas mungkin diperlukan untuk menarik kembali pengunjung.
Komposisi Tamu dan Rata-rata Lama Menginap di Hotel Malang
Komposisi tamu hotel di Kota Malang pada November 2025 didominasi oleh wisatawan nusantara. Sebanyak 97,26 persen tamu berasal dari dalam negeri, sementara 2,74 persen merupakan wisatawan mancanegara. Proporsi ini menegaskan ketergantungan hotel pada pasar domestik.
Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Kota Malang sepanjang November mencapai 1,48 hari. Hotel bintang masih menjadi pilihan utama wisatawan dengan angka RLMT 1,61 hari, sedangkan hotel non-bintang mencatat 1,24 hari. Perbedaan ini menunjukkan preferensi wisatawan terhadap fasilitas dan kenyamanan.
Secara spesifik, tamu hotel berbintang 96,08 persen adalah wisatawan nusantara dan 3,92 persen wisatawan mancanegara. Sementara itu, hotel non-bintang memiliki komposisi tamu 99,29 persen wisatawan nusantara dan 0,71 persen wisatawan mancanegara. Data ini memperkuat gambaran bahwa wisatawan domestik adalah tulang punggung industri perhotelan Malang.
Sumber: AntaraNews