LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tok, RI Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Secara Bertahap

Wamen ESDM, Yuliot Tanjung, mengumumkan Indonesia berencana untuk mengimpor 150 juta barel minyak mentah dari Rusia secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

Jumat, 24 Apr 2026 17:35:00
impor
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Liputan6.com/Arief) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan impor sebanyak 150 juta barel minyak mentah dari Rusia. Rencana impor ini akan dilaksanakan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan minyak hingga akhir tahun 2026.

Yuliot menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, ke Rusia beberapa waktu lalu. Semua impor ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah di dalam negeri.

“Sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun,” ujar Yuliot saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (24/4).

Ia menambahkan bahwa kebutuhan konsumsi minyak dalam negeri mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya mampu memproduksi sekitar 600 ribu barel per hari. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kebutuhan tambahan sekitar 1 juta barel dari luar negeri.

Advertisement

“Jadi ini kan bisa dikalkulasikan 150 juta itu juga kurang, kita juga mencari tambahan dari negara-negara lain termasuk yang dari Amerika,” jelasnya.

Yuliot juga menerangkan bahwa kesepakatan untuk mengimpor 150 juta barel minyak mentah ini adalah hasil kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Rusia. Ia menegaskan bahwa tidak semua minyak mentah tersebut akan diserap oleh PT Pertamina (Persero), tetapi juga akan didistribusikan kepada perusahaan swasta atau sektor lain yang memerlukannya.

Advertisement

“Ini kan juga ada industri juga ya, kemudian ada kegiatan tambang juga. Jadi kan tidak terkait dengan ini, sepanjang kebutuhan dalam negeri ini kan kita bisa distribusikan untuk bahan baku petrokimia kan juga diperlukan juga,” tuturnya.

Tidak Secara Langsung

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Liputan6.com/Arief) © 2026 Liputan6.com

Yuliot menjelaskan bahwa impor 150 juta barel minyak dari Rusia tidak dapat dilakukan secara langsung. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan fasilitas penyimpanan minyak mentah yang ada di Indonesia.

"Kemanya itu kan tidak bisa sekaligus. Itu kalau sekaligus itu kan kita memerlukan oil storage di dalam negeri. Itu kan akan dilakukan impor secara bertahap," tegasnya. Dia menambahkan bahwa jumlah impor tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi minyak mentah di Indonesia hingga akhir tahun. "Untuk pemenuhan kebutuhan sampai dengan akhir tahun," tandasnya.

Pengiriman Minyak dari Rusia Telah Dimulai

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Liputan6.com/Arief) © 2026 Liputan6.com

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Rusia akan segera mengirimkan pasokan minyak mentah (crude) ke Indonesia. Hal ini merupakan hasil dari pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Bahlil juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev. Rusia pun telah memberikan dukungan terhadap rencana pembelian minyak mentah oleh Indonesia. "Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa, Insya Allah," ungkap Bahlil saat ditemui di kantornya di Jakarta, pada hari Jumat (17/4).

Jalin Kerjasama dengan Rusia

Pemerintah Indonesia tidak hanya menjalin kerja sama dengan Rusia, tetapi juga sedang menjajaki kemungkinan pembelian minyak mentah dari negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa stok minyak dalam negeri tetap mencukupi di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini.

"Kenapa? Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara. Jadi ada sebuah diversifikasi. Jadi Insya Allah crude kita akan semakin membaik," tegasnya.

Selain itu, Indonesia juga telah melakukan kolaborasi dengan Rusia terkait pasokan LPG. Hal ini penting karena saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada impor komoditas tersebut.

Advertisement

"Yang kedua, kita tahu bahwa LPG kita dari total konsumsi kita 8,6 juta (ton). Bahkan di tahun 2026-2027 itu meningkat dengan penambahan industri daripada Lotte. Lotte itu butuh sekitar 1,5 juta ton per tahun. Jadi overall itu kita butuh sekitar 10 juta ton LPG," jelasnya.

Berita Terbaru
  • Tok, RI Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Secara Bertahap
  • Perampok Bobol Rumah di Pangalengan Bandung, Ibu dan Anak Disekap lalu Dipukuli
  • HR-V Tabrak Depot Air Minum di Petamburan, Satu Orang Digotong Naik Bajaj
  • Libatkan Senior TNI, Kemhan Beberkan Strategi Pembangunan 150 Batalyon per Tahun
  • Sinopsis The Hidden Master Taebaekho di Vidio, Drama Korea Komedi Investigasi yang Menyentuh Sisi Kemanusiaan
  • esdm
  • impor
  • impor minyak rusia
  • konten ai
  • liputan6
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
A
Reporter Arief Rahman Hakim, Arthur Gideon
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.