LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

The Fed Tahan Suku Bunga, Dana Asing Masuk RI dan Dorong IHSG ke Zona Hijau

Keputusan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) telah mempengaruhi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka menguat 0,11 persen ke posisi 6.346,01.

2019-06-20 11:12:07
The Fed
Advertisement

Keputusan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) telah mempengaruhi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka menguat 0,11 persen ke posisi 6.346,01.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, mengatakan keputusan The Fed tersebut telah membantu penguatan IHSG dan mendorong masuknya kembali arus modal ke Indonesia. "Keputusan The Fed menahan suku bunga, mendorong aliran dana asing kembali masuk ke Indonesia," kata Alfiansyah seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (20/6).

Selain itu, upaya untuk menurunkan tensi perang dagang melalui rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Pertemuan G20 ikut memberikan optimisme sementara kepada pelaku pasar.

Advertisement

"Kendati pertemuan Xi-Trump menimbulkan optimisme meredanya perang dagang, namun masih terlalu dini menyimpulkan kesepakatan akan terjadi," katanya.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 130,23 poin (0,61 persen) ke 21.464,1, indeks Hang Seng menguat 239,7 poin atau 0,85 persen ke 28.441,84, dan indeks Straits Times menguat 23,05 poin (0,7 persen) ke posisi 3.311,22.

Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga Federal Fund (FFR) stabil di kisaran 2,25 hingga 2,5 persen, namun mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini, dengan mengatakan "akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi."

Advertisement

Memperhatikan bahwa ketidakpastian tentang prospek ekonomi telah meningkat, bank sentral menjatuhkan bahasa "sabar" yang ditunjukkan dalam pernyataan sebelumnya.

"Mengingat ketidakpastian ini dan tekanan inflasi yang lemah, Komite akan memonitor dengan seksama implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi," kata pernyataan The Fed.

Baca juga:
Juni 2019, The Fed Putuskan Tak Ubah Suku Bunga Acuan
Inflasi AS Terjaga, Suku Bunga The Fed 2019 Dipercaya Tak Naik
Rupiah Makin Melemah Sentuh Level Rp14.453 per USD
Apindo Harap Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan 50 bps
Bank Indonesia Diprediksi Pangkas Suku Bunga Acuan di 2019, ini Alasannya
Donald Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga
BI Yakin The Fed Tak Naikkan Suku Bunga Hingga 2020

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.