Terungkap, Begini Langkah Perusahaan Tambang BUMI Resources Ciptakan Kemandirian Masyarakat
Keberhasilan BUMI menjalankan program yang berdampak nyata bagi warga dan lingkungan membuahkan hasil, apa itu?
Emiten batu bara, PT BUMI Resources Tbk (BUMI) bersama seluruh unit usaha berkomitmen untuk terus menjalankan langkah-langkah kolaboratif menciptakan kemandirian masyarakat, termasuk pemberdayaan perempuan.
VP RM, GCG, and Sustainability, Renova Viscky berharap, setiap apresiasi dan pengakuan yang didapatkan BUMI, baik pada tingkat nasional maupun global, dapat menyuntikkan energi positif untuk meningkatkan kinerja baik yang telah ada.
"Bersyukur dan bangga bahwa bakti kami bagi masyarakat kembali mendapatkan penghargaan dari kancah internasional. Semoga apresiasi ini dapat memberikan inspirasi sekaligus meningkatkan motivasi seluruh keluarga BUMI untuk konsisten melakukan praktik baik yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan," kata Renova Viscky di Jakarta, Rabu (12/3).
Sebagai informasi, keberhasilan BUMI menjalankan program yang berdampak nyata bagi warga dan lingkungan membuahkan dua penghargaan bergengsi tingkat Asia Tenggara, yakni The Best Community Programme Awards dan Empowerment of Woman Awards, pada gelaran The 17th Annual Global CSR & ESG Summit and Award 2025.
Penilaian untuk penghargaan di atas mengangkat beberapa parameter, seperti dampak program terhadap komunitas, keberlanjutan dan inovasi program, serta kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi kriteria utama dalam proses penjurian.
Dia menjelaska, dua program yang diajukan BUMI untuk penilaian adalah, yang pertama Program CSR Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat di Kebalen, Kabupaten Bekasi untuk kategori The Best Community Programme Awards. Kemudian yang kedua Program CSR Penguatan Ekonomi bagi Masyarakat Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bogor untuk kategori Empowerment of Woman Awards.
"Kedua program pemberdayaan yang diinisiasi oleh BUMI tersebut telah bergulir selama beberapa tahun dan hingga kini tetap berlanjut mandiri oleh masyarakat. Berbagai dampak nyata, termasuk peningkatan perekonomian, juga telah dirasakan oleh para penerima manfaat," katanya.
Dampak Program
Program CSR Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat di Bekasi, secara akumulatif selama 2020 – 2024, telah menghasilkan pendapatan dari penjualan produk daur ulang mencapai Rp183.410.000.
Selain itu, pada periode yang sama, program yang melibatkan 624 keluarga ini juga telah berkontribusi pada lingkungan dengan mengolah 82,1 ton sampah atau setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 0,1 Gg CO₂eq.
Di sisi lain, dalam Program CSR Penguatan Ekonomi bagi Masyarakat Penyandang Disabilitas di Bogor, tercatat sebagian besar penerima manfaat telah berhasil mengalami peningkatan pendapatan mencapai 50–100 persen. Program ini telah menyentuh 150 orang pelaku UMKM, termasuk 62 perempuan penyandang disabilitas atau yang memiliki anggota keluarga dengan disabilitas.
Selain membantu perempuan dengan disabilitas menjadi lebih mandiri dan meningkatkan akses ekonomi, program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam bisnis mereka.