Ternyata, 2 Faktor Ini Jadi Kunci Utama Perkembangan Industri Kripto di Indonesia
Dengan adanya berbagai program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan mengenal dunia aset digital dengan lebih baik.
Jumlah masyarakat Indonesia yang berinvestasi dalam aset kripto terus meningkat dengan cepat. Namun, peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang aset digital, seperti yang diungkapkan dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 serta laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Secara keseluruhan, indeks inklusi keuangan mencapai 92,74 persen, tetapi indeks literasi keuangan nasional hanya berada di angka 66,64 persen. CMO PT Pintu Kemana Saja, Timothius Martin, percaya bahwa edukasi dan literasi adalah kunci penting untuk memajukan industri kripto di tanah air.
“Pemahaman yang baik dan komprehensif mulai dari apa itu aset kripto, manfaatnya, risikonya, hingga regulasi yang berlaku dapat dicapai lewat edukasi yang konsisten,” ujar dia dikkutip di Jakarta, Senin (15/9).
Oleh karena itu, Pintu berkomitmen untuk terus mendorong aspek edukasi dan literasi mengenai kripto. Menurut Timo, hal ini merupakan amanah, terutama setelah Pintu menggondol penghargaan dari bursa kripto PT Central Finansial X (CFX) dalam kategori Arjuna Award, dengan predikat The Highest Commitment to Literacy and Education in Crypto Industry.
"Penghargaan ini semakin memacu kami untuk terus menggalakkan berbagai program edukasi dan literasi secara online atau offline lewat platform edukasi kami Pintu Academy," ungkapnya.
Platform Edukasi
Timo menjelaskan bahwa pihaknya telah meluncurkan platform edukasi yang dapat diakses secara gratis melalui aplikasi dan situs web di pintu.co.id, yang dikenal sebagai Pintu Academy dan Pintu News.
Platform Pintu Academy menawarkan informasi yang komprehensif mengenai cryptocurrency, mencakup analisis pasar kripto, makroekonomi, dan berbagai proyek kripto yang sedang berlangsung.
Selain itu, mereka juga melaksanakan inisiatif offline melalui berbagai program seperti Pintu Goes to Campus, Pintu Goes to Office, dan BUIDLRS Lounge by PINTU.
"Ke depannya, Pintu akan terus menjalin lebih banyak kolaborasi ke berbagai kantor-kantor, universitas, serta komunitas lifestyle guna memperluas jangkauan edukasi tentang aset kripto," ungkap Timo.
Dengan adanya berbagai program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan mengenal dunia aset digital dengan lebih baik.
Fitur Pengaman Harga untuk Transaksi Derivatif
Sebelumnya, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) meluncurkan dua fitur baru untuk perdagangan derivatif kripto, yaitu Price Protection dan Stop Order. Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing PINTU, menjelaskan bahwa fitur Price Protection memungkinkan pengguna untuk menetapkan batas maksimum slippage (0,2 persen, 1 persen, atau 2,5 persen) ketika melakukan market order.
"Tujuannya untuk melindungi trader dari eksekusi order di luar batas harga wajar. Terutama ketika market loncat akibat perbedaan likuiditas di order book atau pergerakan harga mendadak," ungkap Iskandar pada Kamis (21/8).
Dengan adanya fitur ini, PINTU berharap dapat melindungi trader dari kerugian yang disebabkan oleh lonjakan atau penurunan harga yang tiba-tiba, serta memberikan rasa aman saat bertransaksi di pasar yang berfluktuasi.
Fitur Stop Order
Di sisi lain, fitur Stop Order memungkinkan pengguna untuk melakukan pembukaan posisi secara otomatis ketika harga mencapai level yang telah ditentukan, sehingga mereka tidak perlu terus-menerus memantau grafik harga. Iskandar menjelaskan bahwa dalam fitur Stop Order terdapat dua tipe, yaitu Stop Market, di mana order akan berubah menjadi market order setelah harga trigger tercapai dan langsung dieksekusi pada harga pasar.
Selain itu, ada juga Stop Limit, di mana order akan menjadi limit order setelah harga trigger tercapai dan hanya akan dieksekusi pada harga limit atau lebih baik. "Dengan mengatur trigger price dan order price, trader dapat memanfaatkan momentum pasar kripto dalam berbagai situasi," ungkapnya.