Terkendala lahan dan perizinan, serapan belanja BUMN masih rendah
Terkendala lahan dan perizinan, serapan belanja BUMN masih rendah. Menteri Rini mendorong adanya perbaikan serapan anggaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Rini mengungkapkan, tahun ini, total belanja BUMN mencapai Rp 475 triliun. Menteri Rini menegaskan bahwa semua pihak harus mencapai target.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menyatakan serapan belanja perusahaan pelat merah masih rendah. Menteri Rini mendorong adanya perbaikan serapan anggaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menteri Rini mengungkapkan, tahun ini, total belanja BUMN ditarget mencapai Rp 475 triliun. "Memang kuartal pertama saya buat laporan masih agak rendah. Ini yang harus kita kejar terus," ujar Menteri Rini di Kantornya, Jakarta, Jumat (7/7).
Menteri Rini melanjutkan serapan rendah tersebut dikarenakan banyaknya proyek terhambat beberapa kendala. Terutama kendala pembebasan lahan. "Persoalannya dalam hal pembebasan lahan dan izin-izin yang belum keluar," ungkapnya.
Meski demikian, Menteri Rini menegaskan bahwa semua pihak harus mencapai target yang sudah ditentukan. "Yang sudah komitmen, betul-betul dapat direalisasikan karena kalau tidak itu akhirnya juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. Padahal yang ingin kita dorong kan pertumbuhan ekonomi. Masyarakat secara menyeluruh perekonomiannya membaik," pungkasnya.
Baca juga:
Jasa Raharja klaim kecelakaan mudik Lebaran 2017 turun 50 persen
Usai libur Lebaran, masyarakat serbu Pegadaian untuk gadai emas
AP I catat penumpang Lebaran 2017 capai 5,18 juta, naik 5,5 persen
Bayar tol non-tunai, nasabah bank BUMN disiapkan kartu khusus
2017, Peruri targetkan laba bersih Rp 415 miliar
Agustus, Garuda Indonesia jelajahi langit Moskow tiga kali seminggu
Menteri Rini rombak dewan pengawas BUMN pencetak uang