Jasa Raharja klaim kecelakaan mudik Lebaran 2017 turun 50 persen
Merdeka.com - Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Setyarso mengatakan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini menurun drastis hingga 50 persen dari tahun lalu. Hal tersebut tidak luput dari peran serta pihak pemerintah dalam mengantisipasi angka kecelakaan dalam mudik tahun ini.
"Kami mengucapkan terima kasih pada Kemenhub, kepolisian dan pihak-pihak lain yang melaksanakan pam lebaran," ujar Budi, di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/7).
Selain angka kecelakan yang menurun, jumlah klaim uang asuransi yang dikeluarkan oleh Jasa Raharja juga menurun, baik untuk korban selamat maupun korban meninggal dunia. Padahal, kata Budi, uang santunan saat ini naik dibanding tahun lalu.
Budi mengumumkan, per 1 Juni lalu sudah ada kenaikan santunan tanpa diikuti kenaikan iuran wajib dan sumbangan wajib santunan itu naik 100 persen.
"Jadi meninggal dunia yang dulu 25 persen menjadi 50 persen. Biaya perawatan yang dulu 10 persen menjadi 20 persen, cacat 25 persen menjadi 50 persen dan yang biaya penguburan yang Rp 2 juta jadi Rp 4 juta," jelasnya.
Selain itu, untuk meminimalisir korban meninggal dunia, Kementerian Keuangan telah menyediakan biaya penanganan segera seperti pengadaan mobil ambulan sebesar Rp 500.000 dan biaya PDKK Rp 1 juta.
Dia menambahkan, adanya kenaikan-kenaikan biaya operasional dan santunan tidak mempengaruhi kondisi keuangan Jasa Raharja sendiri.
"Sudah kita perhitungkan oleh Kemenkeu dan Kementerian BUMN, keniakan santunan 100 persen tanpa diikuti sumbangan wajib tidak mempengaruhi keuangan, aset kita Rp 13 triliun dan cadangan kita untuk lima tahun yang akan datang," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya