2017, Peruri targetkan laba bersih Rp 415 miliar
Merdeka.com - Perum Peruri menargetkan laba bersih pada tahun ini sebesar Rp 415,2 miliar atau tumbuh 67,1 persen dibanding laba tahun lalu. Sementara, Peruri menargetkan laba usaha sebesar Rp 572 miliar atau naik 46,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan, perseroan menargetkan pendapatan selama 2017 sebesar Rp 3,669 triliun atau meningkat 16,6 persen dibanding pendapatan 2016 sebesar Rp 3,146 triliun.
"Hingga Mei 2017 pendapatan Peruri sudah mencapai Rp 1,037 triliun atau 28,26 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)," ujar Direktur Utama Peruri, Prasetio dikutip Antara, Rabu (5/7).
Meski demikian, tantangan yang dihadapi Peruri ke depan tidak ringan. Selain harus fokus kepada pencetakan uang NKRI dan dokumen sekuriti lainnya seperti paspor, pita cukai, meterai dan dokumen pertanahan, juga dituntut untuk mengembangkan bisnis digital sekuriti sebagai bagian dari pengembangan 'new wave business' perusahaan.
"Selain pengembangan bisnis baru, Peruri juga perlu mengembangkan bisnis internasional agar dapat bersaing di pasar regional dan global untuk mencetak uang negara lain dan dokumen sekuriti lainnya. Ini penting agar Peruri mampu menjadi 'global player' seperti BUMN lainnya yang sudah terlebih dahulu go international," tegasnya.
Sebagai BUMN dengan penugasan khusus sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2006 tentang Peruri, perusahaan meningkatkan kualitas produksi agar visi menjadi perusahaan berkelas dunia di bidang 'integrated security printing and system' dapat tercapai. Transformasi perusahaan terus dijalankan dan saat ini memasuki tahapan eksekusi, baik dalam melakukan modernisasi mesin/alat produksi, masuk bisnis digital dan pasar internasional.
Selanjutnya, sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2017-2021 yang telah disetujui Menteri BUMN Rini Soemarno pada 12 Mei 2017, Peruri juga akan mendirikan Pabrik Kertas Uang (PKU) untuk penyediaan kertas uang.
"Saat ini studi kelayakannya sedang disiapkan untuk memenuhi kertas uang domestik maupun internasional. Pendirian PKU perlu dukungan dari berbagai kalangan, baik Bank Indonesia, Kementerian Perindustrian dan mitra kerja lainnya," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya