Terima Dubes Singapura, Sufmi Dasco: Kita Bicara soal Pangan dan Energi Baru Terbarukan
Menurut Dasco, pihak Singapura juga sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah, yang diwakili Menko Perekonomian.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menerima kunjungan Duta Besar Singapura, Kwok Fook Seng di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jumat (17/1). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal, salah satunya soal kerja sama Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Tadi kita bicara energi terbarukan, bicara soal pangan, soal kerja sama di berbagai bidang," kata Sufmi Dasco Ahmad usai menggelar pertemuan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Menurut Dasco, pihak Singapura juga sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah, yang diwakili Menko Perekonomian, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi untuk membahas kerja sama tersebut.
"Singapura juga sudah ketemu juga dengan Menko Perekonomian, dengan Menteri ESDM, Menteri Investasi iya membicarakan banyak hal termasuk investasi," kata Dasco.
Dia menjelaskan, belum ada pembicaraan soal kesepakatan kerja sama dalam pertemuannya dengan perwakilan Singapura. Menurutnya, hal yang dibahas dalam pertemuan itu hanya sebatas koordinasi terkait masa depan EBT.
"Tentu saja pembicaraan kerja sama itu nanti dilakukan, tadi kita baru membicarakan berbagai hal tentang bagaimana koordinasi-koordinasi, bagaimana tentang masa depan energi baru terbarukan," kata Dasco.
"Dia memastikan tak ada pembahasan soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pertemuan tersebut. "Kita enggak ngomongin MBG," tegas Dasco.
Minta Dukungan Parlemen Indonesia
Duta Besar Singapura, Kwok Fook Seng mengaku ingin mendapatkan dukungan dari Parlemen Indonesia. Hal ini agar untuk menarik investasi dan para investor agar melakukan banyak kegiatan di Indonesia.
Apalagi, antara Indonesia dan Singapura dikatakannya memiliki hubungan dekat dalam bidang ekonomi dan beberapa kerja sama yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Kita punya hubungan dekat dalam bidang ekonomi dan beberapa kerja sama yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Sehingga parlemen dapat mendukung kegiatan tersebut," kata Kwok, Sabtu (18/1).
“Ini untuk menarik investasi dan para investor melakukan banyak kegiatan di Indonesia dan semua ini dalam hal ekonomi berkelanjutan, ekonomi hijau, jadi kami membangun rantai nilai tidak hanya dalam energi terbarukan tetapi industri yang berkelanjutan,” sambungnya.