Terbitkan sukuk ritel 007, pemerintah incar Rp 20 triliun
Imbal hasil obligasi syariah itu ditetapkan sebesar 8,25 persen akan dibayarkan setiap bulan.
Pemerintah mengincar perolehan dana Rp 20 triliun dari penerbitan sukuk ritel SR-007. Imbal hasil obligasi syariah itu ditetapkan sebesar 8,25 persen akan dibayarkan setiap bulan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan dana perolehan itu bakal digunakan untuk mendukung pembangunan proyek infrastruktur.
"Kami menyasar individu untuk mendukung financial inclusion. Jadi harus individu dan harus punya kartu tanda penduduk (KTP). Ini kesempatan masyarakat Indonesia investasi dalam surat berharga negara," ucapnya dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (20/2).
Obligasi syariah ini memiliki tenor 3 tahun atau hingga 11 Maret 2018. Individu diperbolehkan membeli minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar. "Sebulan setelah dibeli tidak boleh diperdagangkan dulu," katanya.
Masa penawaran sukuk ritel selama 6 hari ke depan, terhitung mulai Senin 23 Februari 2015. Untuk masyarakat yang ingin membeli bisa mendatangi 17 bank dan 5 perusahaan efek.
Diantaranya adalah BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank Muamalat, Stanchart, BTN, OCBC NISP, ANZ, BII, Bank Mega.
Baca juga:
Lelang Sukuk, pemerintah serap Rp 245 Miliar
BEI catat nilai obligasi dan sukuk hingga Juli Rp 26,49 T
Tiga proyek infrastruktur kereta siap dibiayai sukuk tahun depan
Genjot penerbitan sukuk, OJK tawarkan diskon pungutan
OJK klaim sukuk makin populer di Indonesia
Proyek jalur ganda kereta Manggarai-Cikarang habiskan Rp 6,4 T