Tahukah Anda? Program 4P UMKM Mojokerto Jadi Kunci Pemkot Perkuat Ekonomi Lokal!
Pemkot Mojokerto serius memperkuat sektor UMKM melalui Program 4P, meliputi pelatihan, pendampingan, modal, dan koperasi. Ingin tahu bagaimana strategi ini membangkitkan ekonomi lokal?
Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya melalui implementasi Program 4P. Inisiatif ini mencakup pelatihan, pendampingan, pemberian modal, serta pembentukan koperasi, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan legalitas usaha.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, menegaskan komitmennya dalam mendukung UMKM sejak awal kepemimpinannya. Berbagai fasilitas dan pendampingan perizinan telah disediakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.
Sosialisasi UMKM bertema 'UMKM Bangkit, Ekonomi Kuat, Inspirasi dari Ibu Wali Kota Mojokerto' baru-baru ini digelar di Kelurahan Kedundung. Acara ini menjadi platform penting untuk mengedukasi pelaku UMKM tentang strategi pengembangan usaha dan akses terhadap berbagai program dukungan pemerintah daerah.
Strategi Komprehensif Program 4P untuk UMKM Mojokerto
Pemerintah Kota Mojokerto telah mengimplementasikan Program 4P sebagai pilar utama dalam pengembangan UMKM di daerah tersebut. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan holistik, mulai dari peningkatan kapasitas hingga akses permodalan yang krusial bagi pelaku usaha.
Wali Kota Ika Puspitasari secara khusus menekankan pentingnya legalitas bagi pelaku UMKM, terutama di sektor makanan dan minuman. Para pelaku usaha didorong untuk melengkapi izin seperti PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga izin BPOM.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM, tetapi juga memperluas peluang pasar. "Saya ingin UMKM Kota Mojokerto berjaya, jangan sampai ada lagi UMKM yang mendapat masalah hukum karena tidak lengkap perizinannya," tegas Ning Ita, menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan hukum bagi UMKM.
Pemerintah kota juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari dinas terkait. Hal ini memastikan bahwa setiap pelaku usaha memiliki akses terhadap informasi dan bimbingan yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya secara optimal dan sesuai regulasi.
Dukungan Penuh dan Promosi Aktif dari Pemkot
Dukungan terhadap UMKM di Kota Mojokerto tidak hanya terbatas pada program formal, tetapi juga melalui promosi aktif dari pimpinan daerah. Wali Kota Ika Puspitasari secara pribadi terlibat dalam mempromosikan produk-produk UMKM lokal.
Promosi ini dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial pribadinya, yang memiliki jangkauan luas. Selain itu, Ning Ita juga memanfaatkan forum-forum nasional, seperti APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), untuk memperkenalkan produk UMKM Mojokerto.
Salah satu contoh konkret adalah pembagian sepatu gratis kepada para wali kota se-Indonesia, yang merupakan produk dari UMKM Mojokerto. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan visibilitas produk lokal tetapi juga membangun citra positif bagi Kota Mojokerto sebagai pusat UMKM yang inovatif.
Melalui upaya promosi dan pendampingan yang berkelanjutan, Pemkot Mojokerto berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Hal ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk terus berinovasi dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Akses Permodalan dan Harapan Kebangkitan Ekonomi
Aspek permodalan merupakan salah satu tantangan terbesar bagi UMKM, dan Pemkot Mojokerto berupaya mengatasinya melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Ketua Baznas Kota Mojokerto, Dwi Hariadi, turut hadir dalam sosialisasi dan menjelaskan program BMD (Baznas Microfinance Desa).
Program BMD ini diharapkan menjadi solusi pembiayaan yang mudah diakses bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Akses permodalan yang lebih baik akan memungkinkan UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, membeli bahan baku, atau memperluas jangkauan pemasaran.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin termotivasi untuk tumbuh dan naik kelas. "Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin termotivasi untuk tumbuh dan naik kelas, sehingga mampu memperkuat perekonomian lokal dan menjadi bagian penting dari kebangkitan ekonomi Kota Mojokerto," ujar Dwi Hariadi.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM ini menjadi kunci dalam mewujudkan visi Kota Mojokerto sebagai kota dengan ekonomi yang kuat dan mandiri. Program 4P UMKM Mojokerto diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews