Tahukah Anda? Menhub dan Gubernur Perkuat Pengembangan Transportasi Jawa Barat, Dari LRT hingga Bandara Kertajati!
Menteri Perhubungan dan Gubernur Jawa Barat berkolaborasi erat untuk memperkuat pengembangan transportasi Jawa Barat, mencakup LRT Bandung Raya, akses Stasiun Kereta Cepat, hingga optimalisasi Bandara Kertajati demi mobilitas dan ekonomi masyarakat.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi telah bertemu untuk membahas penguatan pengembangan transportasi di provinsi ini. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta pada Jumat, 3 Oktober.
Kolaborasi ini bertujuan utama untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di seluruh wilayah Jawa Barat. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Beberapa proyek utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi rencana pengembangan LRT Bandung Raya, penyediaan jalan akses menuju Stasiun Kereta Cepat Karawang, serta reaktivasi sejumlah jalur kereta api.
Fokus Utama: LRT Bandung Raya dan Akses Kereta Cepat
Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pertemuan dengan Gubernur Jabar membahas secara mendalam rencana pengembangan sejumlah moda transportasi. Salah satu poin penting adalah rencana pembangunan LRT Bandung Raya, khususnya untuk rute timur-barat.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada penyediaan infrastruktur pendukung untuk Stasiun Kereta Cepat Karawang. Ini mencakup pembangunan jalan akses dari dan menuju stasiun, serta aspek-aspek pendukung lainnya.
Pemerintah juga berencana untuk mereaktivasi sejumlah jalur kereta api di wilayah Jawa Barat. Jalur-jalur ini secara spesifik akan difokuskan untuk mendukung konektivitas menuju tempat-tempat wisata.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dan wisatawan. Ini sekaligus mendorong sektor pariwisata lokal dan regional.
Optimalisasi Bandara Kertajati dan Peran Strategisnya
Dalam pertemuan tersebut, isu transportasi di sektor udara juga menjadi bahasan penting. Salah satunya terkait pemindahan penerbangan jet komersial berjadwal dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Kertajati secara bertahap.
Bandara Kertajati saat ini telah ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi haji bagi jamaah dari wilayah Jawa Barat, menegaskan peran strategisnya. Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan, "Adapun Bandara Internasional Kertajati tetap fokus pada penerbangan pesawat jet untuk rute dalam negeri dan luar negeri serta penguatan untuk konektivitas tujuan umrah dan angkutan haji.“
Mulai Juli 2025, Bandara Husein Sastranegara akan kembali melayani rute penerbangan tertentu. Contohnya adalah rute Bandung-Yogyakarta yang dioperasikan oleh Susi Air menggunakan pesawat propeller.
Optimalisasi Bandara Kertajati ini diharapkan mampu menopang kebutuhan transportasi udara yang terus meningkat. Ini juga akan memperkuat konektivitas Jawa Barat dengan daerah lain dan mancanegara.
Komitmen Bersama untuk Transportasi Publik Berkelanjutan
Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan transportasi publik di wilayah Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk memudahkan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Menhub Dudy Purwagandhi menekankan, "Kami terus mendukung Pemprov Jabar untuk mengembangkan sistem transportasi publik yang selamat, aman, nyaman, dan mudah diakses di wilayah Jawa Barat." Ia menambahkan, "Dengan hadirnya transportasi publik yang lebih efektif dan efisien, harapannya masyarakat Jawa Barat dapat bermobilitas dan terlayani dengan baik.”
Gubernur Dedi Mulyadi mengapresiasi dukungan Kemenhub ini dan berharap kerja sama tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. “Semoga orang Jabar bisa bepergian kemana pun, di jalannya sehat dan selamat,” ujarnya.
Dudy berharap kolaborasi antara Kemenhub dan Pemprov Jabar dapat terus terjalin. Ini demi terciptanya ekosistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di wilayah Jabar. “Semoga ke depan makin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Ini akan sangat membantu dalam mengurangi kemacetan di jalan raya,” pungkas Dudy.
Sumber: AntaraNews