Strategi OJK Tanggulangi Fenomena Pom Pom Saham Kerap Dilakukan Influencer
Saat ini, OJK telah mempunyai dua resep jitu untuk menanggulangi fenomena pom-pom saham itu. Pertama, yakni dengan meningkatkan kerja sama bersama Bursa Efek Indonesia hingga Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal untuk kegiatan sosialisasi informasi yang benar terkait penawaran saham kepada publik.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menanggulangi maraknya fenomena influencer yang kerap merekomendasikan untuk membeli saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Fenomena baru ini dikenal dengan istilah pom-pom saham oleh sebagian kalangan masyarakat Indonesia.
"Kita tetap sama ya, penanggulangan kita terhadap pom-pom tadi ya dengan yang mewartakan pasar modal," ucap Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yunita Linda Sari dalam acara Pelatihan dan Media Gathering di Bali, Jumat (9/4).
Saat ini, OJK telah mempunyai dua resep jitu untuk menanggulangi fenomena pom-pom saham itu. Pertama, yakni dengan meningkatkan kerja sama bersama Bursa Efek Indonesia hingga Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal untuk kegiatan sosialisasi informasi yang benar terkait penawaran saham kepada publik.
"Seperti pelatihan pengetahuan dasar gitu. Supaya jangan miss informasi gitu," contohnya.
Kedua, pihaknya bersama Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal akan memberdayakan kantor-kantor perwakilan OJK di daerah untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi maupun pelatihan untuk membekali para influencer dengan informasi yang benar penawaran saham. Sehingga informasi yang disampaikan bisa lebih dipertanggungjawabkan.
"Jadi, intinya kita akan merangkul (influencer). Kita coba arahkan," tegasnya.
Baca juga:
OJK Berkomitmen Tanggulangi Fenomena Pom Pom Saham
OJK Beberkan Daftar Pelanggaran di Pasar Modal Hingga 6 April 2021
OJK Sebut Belum Ada Perusahaan BUMN yang akan IPO Tahun Ini
Februari 2021, OJK Catat Jumlah Single Investor RI Capai 4,5 Juta
OJK Catat Fundraising di 2021 Masih Rendah Meski Jumlah Emiten Naik
Per 8 April, Kapitalisasi Pasar Saham Naik 2,93 persen