Sri Mulyani: Banyak yang 'ngedumel', saya potong anggaran di 2016
Sri Mulyani Indrawati bercerita mengenai pengalamannya saat awal diangkat Presiden Joko Widodo menjadi menteri keuangan. Saat itu, Sri Mulyani dipanggil dari Bank Dunia. Pertama menjabat, Ani sapaan akrab Sri Mulyani langsung mengeluarkan kebijakan kurang populer yaitu memangkas belanja kementerian dan lembaga.
Sri Mulyani Indrawati bercerita mengenai pengalamannya saat awal diangkat Presiden Joko Widodo menjadi menteri keuangan. Saat itu, Sri Mulyani dipanggil dari Bank Dunia.
Pertama menjabat, Ani sapaan akrab Sri Mulyani langsung mengeluarkan kebijakan kurang populer yaitu memangkas belanja kementerian dan lembaga serta menunda penyaluran dana daerah. Ani mengakui, kebijakannya tidak disukai oleh kementerian.
"Ada yang ngedumel, mungkin bilangnya ini Ibu Sri Mulyani baru pulang dari Washington langsung potong anggaran. Tapi tidak apa-apa, saya dapat pahala banyak," kata Ani dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Tingkat Pusat (Rakorbangpus) bersama seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) di Bappenas, Jakarta, Selasa (11/4).
Ani mengatakan, banyak pihak yang ngedumel karena merasakan langsung dampak pemotongan anggaran, ditambah lagi mereka belim bertemu dan mendengarkan penjelasan langsung dari dia.
"Kita pangkas anggaran saja masih tumbuh 5 persen karena ada momentum sedang berjalan di 2016."
Kemudian, Ani menjelaskan maksud kebijakannya tersebut yaitu untuk menyelamatkan APBN. Penerimaan pajak di 2016 tidak tercapai atau kurang hingga Rp 200 triliun dari target.
"Suka tidak suka ini harus dihadapi karena pajak tidak tercapai. Kita harus jaga APBN tetap sehat."
Baca juga:
Sri Mulyani waspadai kebijakan Donald Trump soal kecurangan dagang
Pangkas BPHTB, Menteri Agraria nilai pemda tak merugi
Menteri Sofyan isyaratkan beleid bank tanah terbit Juli 2017
Genjot properti, Kadin dorong penghapusan dua pajak
Dana segar dari luar negeri ibarat darah di tubuh manusia
Bos Bappenas ke K/L: Jangan persulit investasi masuk ke RI
Harga minyak dunia naik usai ladang minyak Libya ditutup