Siap hadapi krisis, Jerman tak khawatirkan kondisi ekonomi China
Jerman tak kena dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Kondisi ekonomi global masih diselimuti ketidakpastian. Ekonomi China melambat dan nilai tukar mata uang banyak negara mengalami pelemahan. Banyak negara yang khawatir dengan perlambatan ekonomi China karena negara tirai bambu tersebut merupakan salah satu konsumen terbesar di dunia.
Namun demikian, pemerintah Jerman mengaku tidak khawatir dengan kondisi China. Pejabat kementerian keuangan Jerman, Jens Spahn mengatakan tidak ada alasan untuk panik melihat kondisi China.
"Jerman adalah salah satu eksportir terbesar dunia. Industri mobil kita memang bergantung pada apa yang terjadi di China. Tapi kita tidak panik karena permintaan domestik kita tumbuh. Sejauh ini, selain pasar saham, tidak ada dampak akibat China," ucap Spahn seperti dilansir dari CNBC di Jakarta, Rabu (2/9).
Pasar global beberapa waktu ini menghadapi volatilitas ekstrem yang dipicu gejolak saham dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi China.
Spahn yang dikenal sebagai tangan kanan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble ini mengatakan, Jerman masih akan tumbuh 1,8 persen sepanjang tahun ini. Meski demikian, dia mengakui ada gangguan kecil karena kondisi China dan negosiasi utang Yunani yang berlangsung dramatis pada awal musim panas ini.
"Kami masih bertanya-tanya, mengapa kita bisa baik baik saja sebagai eksportir sementara banyak yang berada dalam kesulitan," katanya.
Dia mengatakan, bahwa reformasi pasar tenaga kerja dan pensiun yang dilakukan Jerman belakangan ini membuat negaranya kuat. Bahkan dia sebut Jerman siap menghadapi krisis ekonomi global.
"Jadi kami pikir Jerman telah dipersiapkan untuk menghadapi krisis," tutupnya.
Baca juga:
Jokowi: Jika dibandingkan 1998, ekonomi sekarang jauh lebih baik
Setelah Rupiah dan Ringgit, giliran dolar Australia anjlok parah
Selain nilai tukar melemah, ekonomi Australia juga melempem
Usai Arab Saudi, ekonomi Kanada jadi korban anjloknya minyak dunia
Ekonomi belum baik, Indef nilai pemerintah harus ada sense of crisis