Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setelah Rupiah dan Ringgit, giliran dolar Australia anjlok parah

Setelah Rupiah dan Ringgit, giliran dolar Australia anjlok parah

Merdeka.com - Merosotnya pertumbuhan ekonomi global tidak hanya berdampak pada Indonesia maupun Malaysia. Australia juga merasakan, dan terbukti nilai tukar dolar Australia anjlok parah terhadap dolar Amerika (USD).

Nilai tukar dolar Australia terhadap dolar Amerika telah melewati level psikologis yaitu USD 0,7 per Dolar Australia. Ini adalah pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.

Dilansir dari CNBC, nilai tukar dolar Australia anjlok 0,4 persen terhadap dolar Amerika di mana sebelumnya sempat menyentuh level USD 0,69 per dolar Australia, level terendah sejak April 2009 silam.

"Masyarakat Australia kena hukuman karena terlalu bergantung pada perdagangan dengan China," ucap ahli strategi mata uang di Westpac, Sean Callow seperti dilansir dari CNBC di Jakarta, Rabu (2/9).

Tidak berhenti di situ, kondisi Australia bakal lebih parah karena diperkirakan PDB negara kanguru tersebut akan menurun. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada April-Juni juga diperkirakan hanya 2 persen atau lebih rendah dari target pemerintah yang mencapai 2,2 persen.

Dolar Australia sendiri sudah anjlok sebesar 14 persen sepanjang tahun ini dan menempatkannya dalam jajaran mata uang berkinerja buruk pada 2015. Callow memprediksi, nilai tukar dolar Australia masih akan tertekan beberapa minggu ke depan.

"Pasar begitu rapuh, kita hanya bisa mengambil pandangan jangka pendek," tambahnya.

Sementara itu, ahli strategi mata uang dari National Australia Bank, Emma Lawson mengatakan, melemahnya nilai tukar dolar Australia karena ketidakpastian ekonomi wilayah dan global. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP