LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Rupiah Melemah terhadap Dolar, Berikut Penyebabnya

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi di Jakarta pada hari Selasa mengalami penurunan sebesar 42 poin.

Selasa, 25 Mar 2025 14:37:00
saham
Kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang akan berlaku mulai 2 April 2025, berpotensi membuat nilai tukar Rupiah melemah hingga Rp16.550 per dolar AS. (© 2025 Antaranews)
Advertisement

Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Selasa pagi di Jakarta mengalami penurunan sebesar 42 poin atau 0,26 persen, menjadi 16.610 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang tercatat 16.568 per dolar AS.

Menurut Ariston Tjendra, pengamat pasar uang dan Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, lemahnya kepercayaan investor terhadap bursa saham memberikan dampak negatif terhadap nilai tukar (kurs) rupiah pada pembukaan perdagangan di hari Selasa ini.

"Kepercayaan investor terhadap bursa saham dalam negeri, turut memberikan tekanan ke rupiah. Pesimisme pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri, terefleksi di pergerakan indeks saham BEI (Bursa Efek Indonesia)," saat diwawancarai oleh ANTARA di Jakarta.

Sejak awal tahun, indeks harga saham gabungan (IHSG) telah mengalami penurunan sebesar 931,21 poin atau 13,13 persen year to date (ytd), dari posisi 7.164 pada 2 Januari 2025 menjadi 6.161,22 pada 24 Maret 2025.

Advertisement

Pagi ini, indeks dolar Amerika Serikat (AS) juga menunjukkan kenaikan di kisaran 104,30, meningkat dibandingkan dengan kemarin yang berada di angka 104,10.

"Pasar masih mengantisipasi dampak negatif dari kebijakan kenaikan tarif Presiden AS Donald Trump yang akan segera diberlakukan pada tanggal 2 April, serta konflik baru di Timur Tengah yang juga memicu kekhawatiran pasar," ungkap Ariston.

Advertisement
Advertisement

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, kurs rupiah berpotensi mengalami pelemahan di kisaran 16.590 hingga Rp16.600 per USD, dengan peluang support sekitar 16.500 per USD.

Berita Terbaru
  • Wi-Fi Sering Lemot? Ini Bedanya Router Biasa dan Teknologi Mesh
  • Pelaku Industri Soroti Dampak AI ke Bisnis Masih Kecil, Beri Solusi Begini
  • Bahlil Sentil Warga Mampu yang Pakai BBM Subsidi, "Apa Enggak Malu?"
  • Lebih dari 20 Kapal Lewati Selat Hormuz, Beberapa di Antaranya Menuju Indonesia
  • Pelaku Pelecehaan Seksual di IPB Diskors dan Sanksi Sosial
  • berita analisis
  • rupiah anjlok
  • rupiah melemah
  • saham
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
S
Reporter Septian Deny
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.