Rizal Ramli sebut kuota impor bikin harga pangan dalam negeri mahal
"Sebagai contoh, daging di pasar dunia hanya Rp 45 ribu, Malaysia Rp 60 ribu, dan di Indonesia malah Rp 120 ribu."
Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli menegaskan sistem kuota impor membuat harga pangan di pasar domestik lebih mahal ketimbang luar negeri. Maka itu, dia mendorong impor menggunakan sistem tarif.
"Sebagai contoh, daging di pasar dunia hanya Rp 45 ribu, Malaysia Rp 60 ribu, dan di Indonesia malah Rp 120 ribu. Jadi 100 persen perbedaannya," kata Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (21/1).
Pada prinsipnya, Rizal mengakui, sistem kuota impor bertujuan untuk melindungi produsen dalam negeri. Namun, dalam praktik, itu banyak disalahgunakan.
"Seolah-olah ramai importir, kompetitif. Tapi dalam prakteknya hanya 6-7 importir. Dan lebih aneh lagi importir yang main ini juga produsen. Sehingga malah mereka menentukan harga, dan keuntungannya luar biasa besarnya," jelas Rizal.
Untuk menghilangkan itu, dia mendorong penggunaan tarif impor. Sistem itu membolehkan siapa saja menjadi importir sepanjang membayar sejumlah biaya ditentukan pemerintah.
"Kalau ada kekurangan pasok, banyak yang bisa jadi importir, tidak yang itu-itu saja. Yang penting dia bayar tarif, negara dapat penerimaan, petani dilindungi, sistem transparan dan fair."
Baca juga:
Alasan cuaca, Bulog tak mampu serap ketersediaan beras di 2015
Dengar kabar pemerintah akan impor gula, petani tebu surati Jokowi
Selundupkan 17 ton jagung, kapal asal Brazil diamankan polisi
Genjot ekspor, pemerintah incar kerja sama perdagangan bebas