Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Genjot ekspor, pemerintah incar kerja sama perdagangan bebas

Genjot ekspor, pemerintah incar kerja sama perdagangan bebas Thomas Lembong. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pemerintah terus menjajaki peluang kerja sama perdagangan bebas. Ini bertujuan untuk menggenjot ekspor Indonesia.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong berencana membentuk tim lintas kementerian guna mengkaji kerja sama perdagangan bebas. Semisal comprehensive economic partnership agreement (CEPA) Uni Eropa dan Trans Pacific Partnership (TPP).

"Dua itu merupakan perjanjian perdagangan yang besar dan ambisius. Kami juga melakukan kerja sama bilateral kepada negara tertentu khususnya Asia dan 4 negara. Seperti, Swiss, Liechtenistein untuk mendukung ekspor dan membuka pasar," kata Thomas di kantornya, Senin (18/1).

Kementerian Perdagangan mencatat ekspor Indonesia mencapai USD 150,3 miliar pada tahun lalu. Turun sebesar 14,6 persen ketimbang tahun sebelumnya sebesar USD 175,9 miliar.

Penurunan tersebut dipicu oleh kemerosotan harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional. Masing-masing sebesar 16,9 persen dan 46,4 persen.

Selain itu, pelemahan ekspor juga disebabkan perlambatan perekonomian global. Ekspor nonmigas ke negara mitra dagang turun signifikan.

Seperti Hongkong (26 persen), Uni Emirat Arab (24 persen), China (19,4 persen), dan Australia (19 persen).

Thomas menambahkan, beberapa komoditas ekspor mengalami penurunan. Seperti produk kimia sebesar 35,5 persen, bahan kimia organik sebesar 31,4 persen, dan bahan bakar mineral sebesar 23,9 persen.

Sebaliknya, komoditas ekspor nonmigas Indonesia mengalami peningkatan.

"Seperti biji kerak dan abu ligam sebesar 76,1 persen, kopi teh dan rempah-rempah sebesar 19,7 persen, dan perhiasan atau permata sebesar 18,7 persen."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP