Proyek listrik 35.000 MW milik Jokowi terbesar di dunia
"Ini satu-satunya di dunia yang sampai 35.000 MW."
Pemerintah Jokowi-JK tengah mengejar pembangunan infrastruktur kelistrikan dalam proyek 35.000 megawatt (MW). Proyek ini jadi satu-satunya proyek pembangkit listrik terbesar di dunia.
Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menilai, proyek ini merupakan momen pemerintah dalam menggenjot pembangunan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik. Sebab, listrik menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan para investor.
Investor, kata dia, sangat membutuhkan listrik dalam menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi, pemerintah tengah melakukan deregulasi dan kemudahan-kemudahan untuk para investor.
"Ini satu-satunya di dunia yang sampai 35.000 MW. Ini proyek cuma ada di indonesia. Tak ada lagi proyek ini di dunia," ujar Teten di kantornya, Jakarta, Kamis (12/5).
Menurut Teten, proyek ini bukan program yang mustahil dari pemerintah. Mulai dari deregulasi hingga pemangkasan berbagai izin dilakukan guna menarik para investor ke sektor pembangkit listrik. Pemerintah pun memotong izin pembangunan pembangkit listrik. Dari 68 izin dipangkas hingga menjadi 22 izin.
"Penyediaan infrastruktur ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi kita ini masih 83 persen dan ditargetkan dalam 2019 bisa mencapai 97,3 persen," kata dia.
Dia berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat seiring ketersediaan listrik hingga ke pelosok daerah.
Baca juga:
Konsumsi listrik Indonesia kalah dibanding Malaysia dan Thailand
Baru 1 persen, DPR pertanyakan komitmen PLN bangun 35.000 MW
PLN: Banyak orang mau listrik tapi ogah ada tower
FSRU Lampung siap dukung proyek kelistrikan 35.000 MW
Jokowi: Banyak tak percaya proyek 35.000 MW, pesimis sekali kita ini
Tim TP4P kawal mega proyek listrik Sulawesi-Nusa Tenggara
Menteri ESDM sebut 35.000 MW bukan hanya proyek tapi sebuah gerakan