Menteri ESDM sebut 35.000 MW bukan hanya proyek tapi sebuah gerakan
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta kepada seluruh perusahaan pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/lPP) dan PT PLN (Persero) agar tidak memandang program pembangunan listrik 35.000 MW sebagai sebuah proyek semata. Dia meminta pengusaha tersebut untuk melihat proyek ini sebagai gerakan menerangi nusantara.
"Pembangunan listrik harus disikapi sebagai sebuah movement atau gerakan," ujar Sudirman dalam pertemuan dengan 91 (sembilan puluh satu) IPP yang telah menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) di Dirjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (3/3).
Sudirman menegaskan bahwa proyek sebesar 35.000 MW bukan angka yang tidak diperhitungkan. Dia menjelaskan angka tersebut dihitung dengan cermat didasari atas asumsi-asumsi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.
"Jadi 35.000 MW bukan sekadar target tapi kebutuhan", tegas dia.
Untuk diketahui, Pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga antara Menteri ESDM dan seluruh pengembang listrik swasta yang juga dihadiri oleh beberapa asosiasi profesional dan pengembang listrik antara lain Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia. Dua pertemuan sebelumnya di tahun 2015 telah membuahkan kontrak dengan total kapasitas 14.426 MW.
Sepanjang 2016, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menargetkan kontrak dan PPA (gabungan antara PLN dan iPP) dengan total nilai kapasitas 19.287 MW demi tercapainya target 35.000 MW pengembangan listrik di 2019.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya