Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PLN: Banyak orang mau listrik tapi ogah ada tower

PLN: Banyak orang mau listrik tapi ogah ada tower

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan realisasi megaproyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt terkendala pembebasan lahan untuk pembangunan jaringan transmisi dan distribusi. Megaproyek tersebut membutuhkan 732 jaringan transmisi sepanjang 46 ribu kilometer.

"Banyak orang mau Listrik tapi tak mau ada tower, tantangan untuk proyek 35 ribu MW. Di mana-mana masalahnya di Republik ini adalah pembangunan tapak tower," Kata Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan Djoko R Abumanan, Jakarta, Senin (25/4).

Dia mencontohkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai 155 MW yang sejatinya siap dioperasikan. Namun, pembangkit terletak di Kalimantan Tengah tersebut belum bisa menyokong sistem kelistrikan Barito lantaran terkendala masalah pembebasan lahan di Buntok. Ini menghambat pembangunan delapan tower tersisa.

"Kami punya pembangkit di Bangkanai, akan dibawa ke Tanjung, ke Sistem Barito. Sekarang semua tower sudah berdiri, tinggal penarikannya. Dari Bangkanai sampai Muara Teweh sudah operasi, ada 324 tower. Dari Buntok ke Tanjung ada 270 tower. Tinggal 8 tower yang belum, kami konsinyasi di pengadilan."

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Purnomo, mengungkapkan pemilik lahan mematok harga sebesar Rp 500 juta. Itu 20 kali lebih mahal ketimbang harga appraisal yang sebesar Rp 25 juta.

"Masalah di Buntok kami selesaikan hari ini dengan konsinyasi."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP