Proses Penghapusan Utang UMKM Dimulai, Puluhan Ribu Pengusaha Sudah Terdata
Maman mengakui proses ini menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama karena luasnya wilayah Indonesia dan tersebarnya para pelaku UMKM di berbagai daerah.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengonfirmasi bahwa proses penghapusan utang UMKM tengah berjalan secara bertahap. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan keringanan bagi pengusaha kecil yang terdampak kesulitan finansial.
"Ya, dalam proses semua. Kan ini kan lagi dituntas, pelan-pelan kan," kata Maman kepada media, Jakarta, Jumat (31/1).
Namun, Maman mengakui proses ini menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama karena luasnya wilayah Indonesia dan tersebarnya para pelaku UMKM di berbagai daerah.
"Karena kan begini, itu rata-rata kan tersebarnya jauh-jauh kan," jelas dia.
Meski begitu, upaya penghapusan utang ini mendapat dukungan penuh dari Himpunan Bank Negara (Himbara), yang telah menyetujui pelaksanaannya. Dengan adanya persetujuan ini, Maman memastikan kebijakan tersebut sudah mulai berjalan dan menunjukkan hasil nyata.
"Sebetulnya per sekarang ini sudah menuju. Sudah jalan kan. Cuma memang ini sudah jalan semua nih. Sekarang saja udah angkanya sudah puluhan ribu," tambahnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan seluruh pendataan UMKM penerima manfaat dari program ini telah dilakukan secara menyeluruh.
"Sudah (semua pendataan lengkap)," imbuh Maman.
Aturan Resmi Prabowo
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet Kepada UMKM Pada Bidang Pertanian, Perkebunan, Perternakan dan Kelautan serta UMKM Lainnya.
"Setelah mendengar saran dan aspirasi banyak pihak terutama dari kelompok-kelompok tani dan nelayan di seluruh Indonesia pada hari ini Selasa tanggal 5 November 2024 saya akan menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2024 tanggal 5 November 2024 tentang penghapusan piutang macet kepada usaha mikro kecil dan menengah dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan serta UMKM lainnya," kata Prabowo dalam keterangannya, dikutip Kamis (7/11).
Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah berharap dapat membantu para produsen di bidang pertanian, UMKM, dan nelayan, yang merupakan produsen pangan penting, agar mereka dapat melanjutkan usaha dan menjadi lebih berdaya guna bagi bangsa dan negara.
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan hal-hal teknis dan persyaratan yang harus dipenuhi akan ditindaklanjuti oleh kementerian atau lembaga terkait.
Selain itu, ia berharap agar seluruh petani, nelayan, dan pelaku UMKM di Indonesia dapat bekerja dengan tenang, penuh semangat, serta keyakinan bahwa masyarakat Indonesia menghormati dan menghargai mereka sebagai produsen pangan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa.