LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Produksi Industri Lesu, PLN Setop Operasional Pembangkit Listrik Diesel dan Gas

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menge‎valuasi pengoperasian pembangkit listrik karena pertumbuhan konsumsi yang tidak sesuai harapan. Hal ini bertujuan untuk menekan biaya operasional. Realisasi pertumbuhan konsumsi listrik sampai semester I 2019 sebesar 4,31 persen, tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.

2019-07-15 21:09:40
Pembangkit Listrik
Advertisement

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menge‎valuasi pengoperasian pembangkit listrik karena pertumbuhan konsumsi yang tidak sesuai harapan. Hal ini bertujuan untuk menekan biaya operasional.

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN, Djoko Abumanan, mengatakan realisasi pertumbuhan konsumsi listrik sampai semester I 2019 sebesar 4,31 persen, tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Hal ini disebabkan penurunan produksi sektor industri, sebagai konsumen listrik skala besar. "Pertumbuhan konsumsi listrik 4,31 persen jauh harapan kita," kata Djoko, di Jakarta, Senin (15/7).

‎Djoko melanjutkan, akibat konsumsi listrik yang tidak sesuai harapan, PLN pun melakukan penyesuaian pasokan listrik. Dengan mengurangi pengoperasian pembangkit yang Biaya Pokok Produksinya tinggi. "Sehingga kalau pertumbuhan seperti ini PLN ada merit order. Mana sih yang murah, pembangkit baru atau lama," tuturnya.

Advertisement

Menurut Djoko, pembangkit yang saat ini dikurangi pengoperasianya adalah yang menggunakan sumber energi Bahan Bakar Minyak‎ (BBM). Bahkan, PLN menghentikan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk wilayah Jawa Bali.

"Yang BBM dulu kita sepakat tahun ini haram hukumnya. Tahun lalu banyak kita bakar BBM. Tahun ini satu semester ini Jawa Bali tidak usah bahan bakar BBM," tuturnya.

Djoko melanjutkan, jenis pembangkit berikutnya yang mengalami pengurangan pengoperasian adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Namun, pembangkit tersebut tetap bersiaga digunakan dalam kondisi‎ tertentu untuk menjaga kehandalan sistem. "Gas standby tidak dioperasikan tapi pada waktu tertentu (siap) untuk keandalan," tuturnya.

Advertisement

‎Sedangkan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan menjadi tumpuan, sebab Biaya Pokok Produksinya masih terbilang rendah. "Masih murah 7 sen (PLTU) masih murah, kalau bandingannya 1 (PLTU) banding 3 (gas) banding 6 (BBM)," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Harga Mahal Alasan Jonan Belum Lirik Nuklir untuk Listrik Indonesia
PLN: Listrik di Kalimantan Siap Tunjang Kehadiran Ibu Kota Baru
PLTA Rajamandala Resmi Beroperasi, Listrik Jawa Bali Bertambah 47 MW
Kabel Semrawut Hiasi Kawasan Mangga Dua
157 Proyek Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan Segera Dilelang
Kebijakan Penetapan Harga Batubara untuk Sektor Kelistrikan Berakhir 2019
Geo Dipa Mulai Pembangunan Pembangunan Panas Bumi Skala Kecil Pertama di Indonesia

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.