Presiden Jokowi didesak segera tentukan menteri ESDM definitif
Berlarutnya keputusan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap berjalannya program-program energi di Indonesia.
Pasca diberhentikannya Arcandra Tahar sebagai menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM), Presiden Joko Widodo belum juga menentukan siapa yang akan menggantikannya. Berlarutnya keputusan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap berjalannya program-program energi di Indonesia.
"Kami berharap agar pemerintah memilih calon yang definitif untuk menjadi Menteri ESDM. Ini sangat penting. Karena ini juga menyangkut masalah PMN (Penyertaan Modal Negara) untuk PLN dalam menjalankan program kelistrikan 35.000 MW," kata Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian dalam diskusi Energi Kita yang digagas RRI, merdeka.com, IJTI dan IKN di Hall Dewan Pers, Jakarta, Minggu (28/8).
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi menambahkan, menteri ESDM selanjutnya harus memiliki latar belakang di bidang energi. Sebab, hal ini akan mempengaruhi setiap keputusan yang akan diambil dari seluruh program yang ada.
Sama dengan Rinaldy, Pengamat dari Energi Watch Ferdinand Hutahaean mengimbau agar menteri ESDM selanjutnya tidak hanya memiliki kemampuan sektoral. "Presiden harus segera pilih menteri ESDM baru, jangan yang memiliki kemapuan sektoral, karena ESDM bidangnya luas sekali. Tanpa ada kebijakan ini semakin terganggu," imbuhnya.
Selain itu, Pengamat Kebijakan Energi Agung Wicaksono menilai calon menteri ESDM bisa fokus pada tercapainya energi baru terbarukan (EBT). "Kita jangan berbicara soal energi fosil lagi. Harus ada orang sebagai menteri ESDM yang riil. Supaya dia punya keinginan energi terpenuhi," jelas Agung.
Baca juga:
Apakah Luhut punya hak bubarkan unit Ad hoc ciptaan Sudirman Said?
Kurtubi ngaku siap gantikan Arcandra jadi Menteri ESDM
Pengamat: Jokowi jangan pilih orang partai gantikan Arcandra di ESDM
DPR: Keahlian Arcandra dibutuhkan bangsa, percepat naturalisasi
Pengamat: Pencopotan Arcandra karena isu mafia migas tidak tepat
DEN: Pencopotan Arcandra dari Menteri ESDM terlalu prematur
Luhut: Izin ekspor Freeport diberikan Sudirman Said, bukan Arcandra