Prabowo: Bangsa Indonesia Punya Sifat Rendah Diri, Tak Hargai Prestasi Sendiri
Dia pun memuji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang berhasil membangun fasilitas kesehatan berstandar internasional.
Presiden Prabowo Subianto menyayangkan bangsa Indonesia yang kerap memiliki sifat rendah diri dan tak menghargai prestasi sendiri. Dia mencontohkan rumah sakit di Indonesia yang sebenarnya tak kalah bagus dengan negara lain, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM).
"Kadang-kadang bangsa Indonesia ini mungkin sisa dari nggak tahu apa kita punya sifat mungkin rendah diri kadang-kadang tidak menghargai prestasi bangsa kita sendiri," ujar Prabowo saat meresmikan Institute Neurosains Nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Dokter Mahar Mardjono di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/8).
"Saya tadi keliling, saya melihat rumah sakit (RS PON) ini, sekarang sudah secara fisik dan secara alat dan secara spesialis ahli-ahli. Saya sudah melihat tidak kalah dengan rumah sakit rumah sakit yang terbaik di luar negeri," sambungnya.
Dia pun memuji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang berhasil membangun fasilitas kesehatan berstandar internasional. Prabowo ingin ke depannya ada 500 rumah sakit berkualitas di semua kabupaten Indonesia.
"Saya juga target dalam 4 tahun ini kita harus membangun 500 rumah sakit satu di setiap kabupaten yang kualitasnya sangat tinggi," katanya.
Masalah Tidak Percaya Diri
Di sisi lain, Prabowo menyebut bangsa Indonesia juga memiliki masalah tidak percaya diri. Hal ini, kata dia, bisa terlihat dari banyaknya masyarakat yak tak setuju dengan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
"Masalah bangsa Indonesia adalah tadi itu masalah tidak percaya diri. Waktu saya canangkan makan bergizi untuk semua anak-anak kita, banyak yang tidak percaya, banyak yang tidak setuju," jelasnya.
Prabowo menuturkan masyarakat yang setuju pun banyak yang meragukan program tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat. Mereka menyangka program tersebut baru terealisasi dalam 5-10 tahun ke depan.
"Kalaupun setuju mereka mengira ini akan mengambil waktu 5 sampai 10 tahun. Dan beberapa negara membutuhkan waktu 5-10 tahun," ucap dia.
Pamerkan Capaian MBG
Namun, dia senang bisa memamerkan capaian program MBG di hadapan wakil rakyat dalam Sidang Tahunan MPR/DPR pada 15 Agustus 2025 lalu. Prabowo mengungkapkan hingga kini MBG sudah menjangkau 21 jut penerima manfaat.
"Tapi saya kemarin punya sesuatu kebanggaan, saya bisa berdiri di depan wakil-wakil rakyat tanggal 15 Agustus saya melaporkan makan bergizi sekarang sudah sampai waktu itu ke 20 juta 400.000 penerima manfaat waktu tanggal 15 Agustus. Tadi malam saya mendapat laporan sudah melewati 21 juta," tutur Prabowo.
Prabowo menyampaikan dirinya setiap hari memonitor capaian program MBG. Dia juga selalau memantau permasalahan yang terjadi dalam distribusi MBG.
"Jadi saya monitor setiap hari, hari ini berapa, hari ini berapa, di mana ada masalah. Jadi saudara-saudara we can do it," pungkas Prabowo.