Populasi muslim besar, RI justru minim kerjasama dengan negara islam
Indonesia justru lebih banyak menjalin hubungan bisnis dengan negara-negara non Islam.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun, Indonesia justru lebih banyak menjalin hubungan bisnis dengan negara-negara non Islam, seperti Jepang, China, dan Eropa.
"Kami tidak memiliki kapitalisasi yang tinggi dalam bisnis diantara negara muslim. Kita tidak memiliki banyak hubungan perdagangan dengan negara (Islam) tersebut. Kita tidak memiliki investasi dari negara tersebut dan sebaliknya," kata Menteri Bambang di Kantornya, Jakarta, Selasa (10/5).
Dengan adanya World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara Islam di dunia, seperti Timur Tengah. Selain itu, forum ini juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari masing-masing negara.
"Forum ini memperkenalkan bisnis kita dan para pebisnis muda pada negara Islam tersebut. Ini salah satu cara kita untuk lebih mengkapitalisasi hubungan antara negara Islam atau anggota OIC (Organization of Islamic Conference)," imbuhnya.
Nantinya, lanjut Menteri Bambang, pihaknya akan memperkenalkan sistem keuangan syariah sebagai salah satu alternatif pendorong pertumbuhan negara. "WIEF dan IDB adalah strategi dari Indonesia untuk menghubungkan dan mendekatkan semua negara sehingga kita dapat diversifikasi ekspor dan pariwisata. Dan diharapkan akan berdampak pada ekonomi kita," jelas Menteri Bambang.
Baca juga:
Indonesia kembali terpilih jadi tuan rumah forum ekonomi islam dunia
SMF kembangkan instrumen sekuritisasi aset bank syariah
Indonesia perlu keluarkan potensi tersembunyi keuangan syariah
Pemerintah komitmen bangun industri keuangan syariah lewat KNKS
Gelar festival pasar modal syariah, BEI harap investor meningkat
Gubernur BI sayangkan pembiayaan syariah tumbuh stagnan
OJK gelar Keuangan Syariah Fair 2016 di Mall Gandaria City