PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) tengah melakukan pengembangan instrumen Efek Beragun Aset Syariah berbentuk surat partisipasi (EBAS-SP). Ini menjadi bagian dari amanat yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan.
"Penerbitan produk EBAS-SP diharapkan dapat mengoptimalkan pasar modal syariah di Indonesia," Ujar Direktur PT SMF Raharjo Adisusanto, di kantornya, Jakarta (27/4).
Raharjo menambahkan, bahwa kini sudah ada tiga bank syariah yang berminat memanfaatkan instrumen sekuritisasi aset tersebut. Yakni, Bank Syariah Mandiri, Muamalat dan BTN syariah.
"EBA syariah ini nantinya akan menjadi instrumen diversifikasi untuk memperoleh kembali dana yang telah disalurkan dalam bentuk KPR Syariah tanpa perlu menunggu tagihan KPR yang dimiliki jatuh tempo," katanya.
"Untuk itu, harus ada kajian dari Dewan Syariah Nasional."
Laporan: Firdamsyah Ramadhan