Indonesia perlu keluarkan potensi tersembunyi keuangan syariah
Merdeka.com - Indonesia disebut mempunyai potensi besar dalam industri keuangan syariah, antara lain industri perbankan syariah, asuransi syariah dan sukuk. Bahkan, pertumbuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil, mengatakan industri keuangan syariah telah ada di Indonesia sejak lebih dari dua dekade terakhir.
"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia perlu mengeluarkan potensi tersembunyi dari industri keuangan syariahnya. Potensi tersebut antara lain industri industri bank syariah, asuransi syariah, dan sukuk," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/4).
Meskipun pertumbuhannya meningkat dari tahun ke tahun namun dampaknya terhadap perekonomian nasional masih kecil dan kalah jika dibandingkan dengan industri keuangan konvensional.
Potensi industri perbankan syariah ini dominan dalam industri keuangan syariah namun market share secara keseluruhan tidak pernah melebihi 5 persen.
Kemudian di asuransi syariah, meskipun Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 30 persen sejak 2009 namun pasar asuransi syariah masih berada di posisi 6 persen dari total premi asuransi.
"Kondisi ini mengindikasikan bahwa industri asuransi syariah masih terbuka lebar untuk berekspansi. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang cepat di Indonesia dengan kelas menengah yang terus berkembang memegang peluang besar bagi industri asuransi syariah tumbuh di tahun mendatang," jelas dia.
Lebih lanjut Sofyan mengatakan potensi tersembunyi ketiga yaitu pasar Sukuk. Sukuk memiliki peranan penting dalam pendanaan dan investasi baik pemerintah maupun sektor swasta.
"Potensi yang ketiga adalah di pasar sukuk, pasar sukuk memainkan peranan penting di instrumen pendanaan dan investasi untuk sektor pemerintah dan swasta, namun pasar sukuk di Indonesia masih sangat bergantung pada sukuk global," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya