PLN sebut Pasokan Listrik Aceh Pulih 93 Persen Pasca Banjir Sumatra
Pemulihan listrik Aceh sudah mencapai 93 persen. PLN menargetkan stabilisasi sistem lewat sinkronisasi 24 jam pascabanjir dan longsor.
PLN menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh pascabanjir dan tanah longsor telah mencapai 93 persen. Lebih dari 1,7 juta pelanggan kini kembali menikmati pasokan listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut capaian tersebut meningkat pesat dibandingkan hari sebelumnya.
“Alhamdulillah, progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen,” ujar Darmawan saat dikonfirmasi dari Jakarta, dikutip Antara, Senin (8/12).
Meski demikian, ia menjelaskan sistem kelistrikan Aceh masih membutuhkan proses sinkronisasi agar kembali stabil sepenuhnya.
“Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh. Proses sinkronisasi dilakukan untuk mengeliminasi pemadaman bergilir, sehingga sistem kelistrikan Aceh menjadi pulih seperti sedia kala,” kata dia.
Pemulihan Listrik Fokus ke Fasilitas Penting
Dalam tahapan awal pemulihan, PLN memprioritaskan penyaluran listrik ke fasilitas-fasilitas penting.
“Jaringan telekomunikasi yang sebelumnya lumpuh, kini dapat beroperasi, sama seperti fasilitas-fasilitas publik vital lainnya. Kami juga tetap mengutamakan keselamatan warga dengan memastikan setiap lokasi telah aman dari genangan air sebelum kembali dialiri listrik,” katanya.
Selain memasok listrik ke rumah warga secara bertahap, PLN juga menempatkan petugas siaga di seluruh wilayah terdampak untuk mengantisipasi gangguan lanjutan.
Tantangan Proses Pemulihan
Darmawan mengungkapkan, proses pemulihan menghadapi tantangan tambahan setelah banjir dan longsor susulan merobohkan sejumlah tower transmisi tegangan tinggi di lokasi yang sebelumnya tidak terdampak.
“Di tengah upaya penyambungan transmisi yang sudah kami identifikasi, cuaca kembali memburuk dan merobohkan tower di titik baru. Ini memerlukan peralatan baru dan tambahan tenaga di lapangan,” ucapnya.
Akibat kondisi tersebut, PLN harus melakukan pemetaan ulang jaringan, menambah alat berat, serta mengerahkan tambahan personel untuk mendirikan tower darurat dalam waktu singkat.
PLN menyebut percepatan pemulihan tidak lepas dari kolaborasi lintas instansi.
“Berkat kerja bersama TNI, Polri, Pemda, BNPB, BPBA, hingga masyarakat, semua kendala tersebut dapat diatasi,” kata Darmawan.