PIS Catat Telah Pangkas Emisi Karbon 116.000 Ton Sepanjang 2025
Pengaturan kecepatan yang tepat terbukti efektif dalam menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan tanpa mengganggu keandalan distribusi energi.
PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat telah mengurangi total emisi karbon sebesar 116.761 ton setara karbon dioksida atau CO2 equivalent (CO2e) pada tahun 2025. Penurunan emisi yang signifikan tercatat pada armada tanker Pertamina Prime yang mencapai 37.596 ton CO2e, diikuti oleh Pertamina Pride dengan 24.969 ton CO2e, dan Pertamina Halmahera sebesar 15.407 ton CO2e. Ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menjaga kelestarian bumi.
Dari segi operasional, optimalisasi kecepatan kapal (speed optimization) menjadi faktor utama yang berkontribusi besar, dengan pengurangan sekitar 78.500 ton CO2e atau setara 67 persen dari total inisiatif penurunan emisi.
Pengaturan kecepatan yang tepat terbukti efektif dalam menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan tanpa mengganggu keandalan distribusi energi.
"PIS berkomitmen untuk menjaga keseimbangan energi dengan transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang lebih berkelanjutan," ungkap Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dikutip di Jakarta, Jumat (30/1).
Sepanjang tahun 2025, PIS berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dengan mengintegrasikan berbagai inisiatif, mulai dari pengurangan emisi karbon hingga peningkatan literasi maritim dan akses terhadap energi terbarukan.
Secara keseluruhan, PIS mengedepankan pendekatan efisiensi energi serta modernisasi teknologi kapal untuk memastikan setiap pelayaran menghasilkan jejak karbon yang semakin rendah seiring berjalannya waktu.
PIS juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian laut Indonesia, yang merupakan habitat bagi ribuan biota laut. Melalui program restorasi karbon biru, PIS melakukan penanaman 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, dan 2.635 fragmen terumbu karang sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir Indonesia.
Terbaru, PIS juga menandai 4 ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan. Hingga saat ini, PIS telah berhasil menandai 7 ekor hiu paus dan memantau 207 ekor hiu paus selama dua tahun terakhir.
Penguatan Budaya Kerja
PIS tidak hanya berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga fokus pada penguatan budaya kerja serta pemberdayaan sosial. Mereka terus mengembangkan budaya kerja yang sehat, aman, dan inklusif, salah satunya melalui komunitas PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Integritas).
Program PERTIWI bertujuan untuk menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan perempuan di lingkungan PIS dan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan hingga mencapai 30% pada tahun 2034.
Dalam rangka pengembangan talenta, PIS meluncurkan berbagai program kepemimpinan, termasuk program Next Wave, Navigator (yang merupakan program akselerasi kapasitas strategis dan kepemimpinan untuk para perwira PIS), serta edukasi keberlanjutan AcademySEA.
Ketiga program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas talenta unggul yang berdaya saing global, yang merupakan langkah penting dalam mencetak para pemimpin masa depan di industri maritim Indonesia. Selain itu, PIS juga menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui berbagai aktivitas sosial.
Salah satu inisiatif tersebut adalah OceanLiteraSEA, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi maritim di kalangan anak-anak pesisir. Program ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya laut bagi kehidupan, sehingga diharapkan dapat membentuk kesadaran dan kepedulian mereka terhadap lingkungan maritim.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Sejak tahun 2024, program Desa Energi Berdikari telah berhasil menciptakan kemandirian energi dan ekonomi bagi masyarakat di tiga daerah terpencil di Indonesia. Dalam rangka tanggung jawab sosial perusahaan melalui program BerSEAnergi untuk Laut, PIS bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) untuk menyediakan layanan kesehatan terapung, yaitu Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II yang beroperasi di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Selama empat bulan program ini berlangsung, layanan kesehatan tersebut telah memberikan manfaat kepada 4.099 pasien dan penerima manfaat lainnya.
Selain itu, kepedulian terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui program Uniform Recycling dari Pertamina Group. Program ini mendorong karyawan Pertamina Group, termasuk PIS, untuk menyumbangkan seragam bekas yang kemudian akan diolah menjadi produk yang fungsional dan bermanfaat.
Tindakan kecil ini menunjukkan hasil nyata, di mana pada tahun 2025, sebanyak 116 karyawan PIS berhasil mengumpulkan 668 seragam bekas, sehingga berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon sebesar 407 kilogram CO2e.
"Bagi PIS, energi adalah denyut kehidupan, dan bumi adalah ruang yang kami jaga agar denyut itu terus berlanjut berjalan beriringan. Melalui berbagai program kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang PIS jalankan sepanjang 2025, kami berharap dapat melangkah lebih jauh untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan energi nasional," tutup Vega.