PIS Angkut 143 Juta Kiloliter Minyak Gas dan Kargo Strategis, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil PIS Angkut Minyak Gas dan kargo strategis sebanyak 143 juta kiloliter hingga Oktober 2025, menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan energi nasional. Perusahaan ini berhasil mengangkut 143 juta kiloliter produk minyak, gas, dan berbagai kargo strategis. Pencapaian ini tercatat sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025.
Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, menyampaikan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta. Pengangkutan masif ini bertujuan memastikan pasokan energi di Indonesia tetap aman dan terjaga. Langkah strategis ini menjadi kunci stabilitas energi.
Sebagai Integrated Marine Logistics, PIS memiliki misi utama melaksanakan distribusi dan suplai logistik secara terintegrasi. Fokus utamanya adalah untuk kebutuhan domestik, namun juga beroperasi selektif secara global. Ini demi keberlanjutan energi nasional.
Peran Strategis PIS dalam Distribusi Energi Nasional
PIS memposisikan diri sebagai tulang punggung logistik maritim domestik dengan ambisi global. Perusahaan ini mengutamakan ketahanan, ketersediaan, dan keberlanjutan energi bagi Indonesia. Strategi utamanya meliputi penguatan distribusi energi domestik secara menyeluruh.
Selain itu, PIS juga melakukan ekspansi selektif berbasis kompetensi di pasar internasional. Pengembangan layanan maritim terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang beragam. Perusahaan juga bersiap menghadapi transisi energi melalui model bisnis hijau.
Dukungan operasional PIS sangat besar dengan kepemilikan 108 kapal. Namun, perusahaan mengoperasikan lebih dari 300 armada di lapangan setiap harinya. Armada ini melayani lebih dari 90 rute domestik dan 60 jalur internasional secara konsisten.
Surya Tri Harto menjelaskan bahwa PIS secara selektif keluar dari segmen oil and gas tradisional. Perusahaan juga secara selektif berekspansi di luar segmen domestik Indonesia. Ini menunjukkan fleksibilitas strategi bisnis PIS.
Kepatuhan Global dan Ekspansi Armada PIS
Dalam upaya membangun industri maritim yang kuat di dalam negeri, PIS memastikan kepatuhan terhadap standar internasional. Perusahaan mematuhi ketentuan Organisasi Maritim Internasional (IMO) dengan ketat. Ini termasuk standar United States Coast Guard dan Marine Pollution (MARPOL).
Kepatuhan juga mencakup Safety of Life at Sea (SOLAS) dan International Ship and Port Facility Security (ISPS). Selain itu, PIS juga memenuhi Safety Management Certificate (SMC) dan Maritime Labour Convention (MLC). Standar ini penting untuk operasional yang aman dan efisien.
Sejak tahun 2024, PIS telah menambah 16 armada baru untuk mendukung pertumbuhan kargo. Armada baru ini berfungsi sebagai pengganti kapal lama dan untuk melayani peningkatan kargo. Peningkatan ini terjadi baik di pasar domestik maupun internasional.
Surya Tri Harto memproyeksikan total pengangkutan kargo PIS pada tahun 2025 akan mencapai 172 juta kiloliter. Angka ini meningkat dari 161 juta kiloliter kargo yang diangkut pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan kapasitas PIS yang terus meningkat.
Inovasi dan Jangkauan Global PIS
PIS terus memperluas pasar non-captive secara selektif untuk meningkatkan pendapatan. Perusahaan memanfaatkan jaringan kantor di Singapura, Dubai, dan London. Kantor-kantor ini memperkuat jangkauan global dan mendekatkan layanan kepada pelanggan internasional.
Selain fokus pada minyak dan gas, PIS juga mengembangkan bisnis di luar kargo inti. Pengembangan ini memanfaatkan kapabilitas sumber daya manusia dan organisasi yang dimiliki. Namun, mandat utama PIS adalah prioritas ketahanan dan ketersediaan energi nasional.
Langkah go beyond PIS tercermin melalui pengoperasian dua kapal gas di rute internasional. Pemanfaatan kantor regional di Asia Pasifik juga mempercepat pelayanan. Ini memungkinkan respons pasar lintas zona waktu global yang lebih cepat.
Salah satu contoh inovasi PIS adalah kapal VLGC (Very Large Gas Carrier) Pertamina Gas Walio. Kapal ini telah berhasil mengangkut amonia untuk memenuhi permintaan internasional. Hal ini menunjukkan kompatibilitas armada PIS dan memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem energi global.
Sumber: AntaraNews