LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Peternak Ayam Blitar Masih Keluhkan Tingginya Harga Pakan Jagung

Sejumlah para peternak ayam bertelur di Desa Kebon Duren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar masih mengeluhkan tingginya harga pakan ternak untuk jagung. Kondisi ini pun secara otomatis juga berdampak pada harga telur yang kemudian ikut naik.

2018-12-13 19:17:56
Peternakan
Advertisement

Sejumlah peternak ayam di Desa Kebon Duren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar masih mengeluhkan tingginya harga pakan ternak untuk jagung. Kondisi ini pun secara otomatis juga berdampak pada harga telur yang kemudian ikut naik.

"Pakan (jagung) sangat mahal terutama sekarang sampai hampir Rp 6.000 (per kilogram) dan itu menyulitkan peternak," kata salah satu Peternak Ayam, Wahyu Sanjaya saat ditemui di lokasi peternakan, Kabupaten Blitar, Kamis (13/12).

Wahyu mengatakan, tingginya harga jagung tersebut membuat dirinya harus memutar otak dan beralih untuk menggunakan bahan pakan yang lain. Sebab, rata-rata, dalam sehari saja untuk memenuhi sekitar 5.000 ayam miliknya, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 3-3,5 juta.

Advertisement

Wahyu menyebut kondisi tersebut juga membuat harga telur ikut tergerek. Harga telur yang biasanya mencapai Rp 15.000 per kilogram di tingkat peternak kini bisa mencapai Rp 21.500 per kilogram. "(Harga telur itu ditingkat peternak?) Iya Rp 21.500 per kilo. (Ke pelanggan?) Selisih 3.000," imbuhnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Peternak Ayam lainnya, Aris Wahyudi. Dia mengatakan kondisi harga jagung yang tinggi akan berpengaruh terhadap kelangsungan para peternak. Sebab, secara otomatis omset mereka juga akan berkurang karena harus menambah biaya untuk pakan ternaknya sendiri.

"Omset menyusut tidak ada untung dengan harga pakan tinggi," katanya

Advertisement

Oleh karena itu, dirinya berharap ke depan harga jagung bisa kembali di angka normal dikisaran Rp 4.000 per kilogram. Dengan demikian, para pertenak tidak ada lagi yang merasa terbebani.

Sebelumnya, Pemerintah Jokowi-JK memutuskan untuk melakukan impor jagung pakan ternak sebanyak 50.000 ton hingga 100.000 ton pada akhir tahun 2018. Hasil impor jagung ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri.

Baca juga:
Bos Bulog Janji Lakukan Stabilisasi Harga Pangan Jelang Natal & Tahun Baru 2019
Harga Cabai Merah Merangkak Naik Hingga Tembus Rp 30.000 per Kilogram
Kemendag: Stok Sembako Aman Hingga April 2019
Indeks Harga Perdagangan Besar Naik 0,08 Persen di November 2018
Ombudsman Terima Audiensi Soal Data Pangan, Ini Hasilnya

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.